Konten dari Pengguna

Penulisan Astagfirullah yang Benar Lengkap dengan Anjuran Mengamalkannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penulisan astagfirullah yang beanr. Foto. dok. znm di Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penulisan astagfirullah yang beanr. Foto. dok. znm di Unsplash

Penulisan astaghfirullah yang benar penting untuk diketahui umat Muslim agar tidak mengalami kesalahan berulang khususnya saat menulis tulisan astaghfirullah. Bacaan astaghfirullah ini juga dapat diamalkan secara rutin dalam keseharian. Berikut ini penjelasan mengenai penulisan astaghfirullah yang benar lengkap dengan anjuran mengamalkannya.

Penulisan Astagfirullah yang Benar dan Sesuai Kaidah

Bacaan astagfirullah menjadi salah satu amalan yang cukup sering dibaca oleh umat Muslim dalam keseharian, khususnya setelah sholat wajib. Amalan membaca astagfirullah yang dinamakan istighfar ini memiliki keutamaan yang bermanfaat bagi umat Muslim yang mengamalkannya.

Dalam buku berjudul Matematika Pahala yang ditulis oleh Asrifin An Nakhrawie, S. Ag (2020:199) menyebutkan bahwa istighfar adalah permohonan ampun yang datang dari hamba kepada Tuhan atas segala dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan.

Ilustrasi penulisan astagfirullah yang benar dan sesuai kaidah. Foto. dok. magical_light di Unsplash

Sedangkan mengenai amalan istighfar disebutkan dalam buku berjudul Generation M yang ditulis oleh Shelina Janmohamed (2017: 58) bahwa astagfirullah adalah kata bahasa Arab untuk menyatakan penyesalan mendalam dan tulus setelah melakukan sebuah dosa, dalam hal ini mengutuk diri karena melewati batasan yang diperbolehkan dan melampaui garis antara halal dan haram.

Amalan membaca istighfar rupanya juga sangat dianjurkan oleh Rasulullah untuk dibaca sebanyak-banyaknya. Hal tersebut seperti yang tertuang dalam salah satu hadis shahih berikut ini:

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً

Artinya: “Demi Allah, aku sungguh beristighfar pada Allah dan bertaubat pada-Nya dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari no. 6307).

Agar amalan bacaan istighfar dapat Anda amalkan dengan benar dan sesuai dengan kaidah, berikut ini adalah penulisan astagfirullah yang benar sesuai dengan kaidah bahasa Arab yang berlaku lengkap dengan terjemahannya:

أستغفر الله

Astaghfirullah

Artinya: Aku mohon ampun kepada Allah

Ilustrasi penulisan astagfirullah yang sesuai kaidah. Foto. dok. Paradigm Visuals di Unsplash

Jika Anda mengamalkan bacaan istighfar sesuai dengan aturan dan kaidah yang berlaku, Anda akan memperoleh keutamaan membaca istighfar. Salah satu keutamaan istighfar disebutkan dalam buku berjudul Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq yang disusun oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi (2013: 321).

Bahwa amalan istighfar memiliki keutamaan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadits yang berbunyi “Barangsiapa yang melazimkan (membiasakan) membaca istighfar, Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dari setiap kesusahan dan solusi dari setiap kesempitan dan juga memberikan kepadanya rezeki dari arah yang tak disangka-sangka” (HR. Abu Dawud, An Nasa’i, Ibnu Majah dan Al Hakim).

Dengan mengetahui penulisan astagfirullah yang benar, Anda dapat mengamalkan bacaan istighfar dengan lebih sempurna sehingga dapat memperoleh keutamaan yang sempurna. (DAP)