Penulisan Matur Nuwun Aksara Jawa dan Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika mempelajari bahasa Jawa, salah satu kata yang penting adalah matur nuwun alias terima kasih. Selain mengetahui pengucapannya, kamu juga perlu mengetahui aksara Jawanya. Simak penjelasan tentang matur nuwun aksara Jawa di bawah ini.
Aksara Jawa
Mengutip buku GAUL AKSARA JAWA, Genk Kobra Javaholic (ed.), (2015:3), aksara Jawa atau yang lebih dikenal dengan Hanacaraka alias Carakan adalah salah satu aksara tradisional yang berkembang di Pulau Jawa.
Turunan dari aksara Brahmi India melalui perantara aksara Kawi ini aktif digunakan sejak pertengahan abad ke-15 hingga pertengahan abad ke-20.
Aksara Jawa kini masih banyak diajarkan dan digunakan di D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian wilayah di Jawa Barat.
Aksara Jawa sering disebut sebagai aksara Hanacaraka karena bait pertamanya terdiri dari suku kata ha, na, ca, ra, dan ka. Lebih lengkapnya, aksara Jawa terdiri dari:
Ha Na Ca Ra Ka: Ada sebuah kisah
Pa Dha Ja Ya Nya: Mereka sama-sama sakti
Da Ta Sa Wa La: Terjadi sebuah pertarungan
Ma Ga Ba Tha Nga: dan akhirnya semuanya mati
Selain Carakan, masih ada bentuk aksara Jawa yang lainnya, yakni:
Sandhangan sebagai tambahan untuk melengkapi.
Pasangan, yang berjumlah 20 buah sebagai setelan, karena setiap huruf memiliki pasangan masing-masing. Pasangan ini bermanfaat untuk menghilangkan tanda pangkon agar menghemat tempat dan untuk mengubah konsonan huruf di depan atau atas suatu kata.
Penulisan Matur Nuwun Aksara Jawa
Matur nuwun digunakan untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang lebih tua atau yang dihormati.
Penulisan kata matur nuwun di dalam aksara Jawa adalah:
ꦩꦠꦸꦂꦤꦸꦮꦸꦤ꧀
Untuk penulisan aksara Jawa dari kata matur nuwun, ada perilaku khusus di dalam penulisan huruf 'r' di akhir kata matur dan 'n' di akhir kata nuwun.
Penulisan 'r' sebagai huruf terakhir kata matur menggunakan pasangan, yakni 'na'. Penulisan huruf 'n' sebagai huruf terakhir kata nuwun juga berbeda, karena mengubah huruf vokal menjadi konsonan. Jadi, digunakanlah aksara pangkon. Aksara pangkon ini berperan untuk menghilangkan huruf vokal. Jadi, yang awalnya suku kata 'na' berubah menjadi 'n'.
Sekarang kamu sudah memahami penulisan matur nuwun di dalam aksara Jawa, bukan?(BRP)
