Penyebab APBN Dinyatakan Surplus dan Defisit

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan membutuhkan biaya untuk membeli kebutuhan-kebutuhan pokok. Kita pun sering memperkirakan apa saja yang akan kita beli sehingga kita mempunyai rencana berapa uang yang akan kita habiskan dalam membeli kebutuhan tersebut. Selain itu, kita juga memperkirakan berapa uang yang akan masuk ke dalam kantong kita. Kurang lebih begitu pula dengan Indonesia. Setiap tahunnya, Indonesia akan menyusun rencana APBN yang disesuaikan dengan perkiraan kebutuhan serta penerimaan Indonesia dalam tahun berikutnya. Ada juga kondisi-kondisi yang terjadi dalam APBN, di antaranya adalah surplus dan defisit. APBN dinyatakan surplus apabila penerimaan negara lebih besar daripada pengeluaran. Lalu, apa maksud APBN defisit? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
APBN Dinyatakan Surplus atau Defisit
Sebelum ke pembahasan lebih lanjut, mari kita pelajari apa itu APBN. Mengutip buku Tata Kelola Keuangan Pemerintahan oleh Anwar Sadat (2022:16), APBN adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia yang menjadi rincian daftar yang dibuat secara sistematis berisi rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran (1 Januari – 31 Desember). APBN disetujui oleh DPR dan terdiri dari 3 komponen utama, yaitu pendapatan negara, belanja negara, dan pembiayaan negara.
Ada beberapa kondisi yang terjadi dalam APBN, salah satu contohnya APBN surplus. Seperti yang sudah dipaparkan di paragaraf pertama, APBN surplus artinya anggaran penerimaan negara lebih besar daripada pengeluaran yang dilakukan negara. Biasanya kebijakan ini akan diterapkan bila sedang terjadi kenaikan harga secara terus-menerus pada Indonesia atau biasa disebut inflasi. Oleh sebab itu, anggaran harus menyesuaikan kenaikan harga tersebut.
Lalu, ada juga APBN defisit. APBN defisit arrtinya anggaran penerimaan negara lebih sedikit daripada pengeluaran yang dilakukan negara sehingga penerimaan negara tidak cukup untuk membiayai semua penegeluaran yang dilakukan negara. Saat APBN defisit terjadi, negara akan meminjam sejumlah uang dari bank sentral atau mencetak uang baru agar bisa membiayai kebutuhannya.
Demikian arti APBN surplus dan defisit. Semoga bisa menambah wawasan Anda terhadap keuangan negara. (LOV)
