Konten dari Pengguna

Penyebab Suatu Konflik Sosial Berkembang Menjadi Kekerasan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi konflik sosial yang berkembang menjadi kekerasan. Sumber: www.pexels.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi konflik sosial yang berkembang menjadi kekerasan. Sumber: www.pexels.com.

Dalam masyarakat yang dinamis dan beragam, potensi terjadinya konflik sosial itu sangat besar. Konflik sosial yang berlarut-larut tanpa solusi bisa berkembang menjadi kekerasan. Suatu konflik sosial akan berkembang menjadi kekerasan apabila ada norma atau nilai-nilai sosial yang dilanggar.

Definisi Konflik Sosial dan Kekerasan

Kata konflik berasal dari hahasa Latin, yaitu configure yang artinya saling memukul. Namun, konflik sosial bukan soal pukul memukul karena memukul itu bentuk kekerasan.

Dalam laman www.kemenhan.go.id disebutkan bahwa konflik sosial adalah perseteruan dan/atau benturan fisik dengan kekerasan antara dua kelompok masyarakat atau lebih yang berlangsung dalam waktu tertentu dan berdampak luas yang mengakibatkan ketidakamanan dan disintegrasi sosial sehingga mengganggu stabilitas nasional dan menghambat pembangunan nasional.

Meski definisi tersebut terlihat berlebihan tapi konflik sosial itu seperti percikan api, lama-lama bisa besar dan membakar semuanya.

Sedangkan kekerasan adalah tindakan individu atau kelompok yang menyebabkan cedera atau hilangnya nyawa seseorang atau dapat menyebabkan kerusakan fisik atau barang orang lain.

Baca juga: Contoh Dampak Positif Timbulnya Konflik Sosial

Penyebab Konflik Sosial Berkembang Menjadi Kekerasan

Ilustrasi konflik sosial yang berkembang menjadi kekerasan. Sumber: www.pexels.com.

Berdasarkan pelakunya, penyebab suatu konflik sosial berkembang menjadi kekerasan adalah:

1. Individual

Manusia secara individu memiliki masalah sosial masing-masing yang berkembang menjadi konflik sosial jika tidak ada bantuan dari orang-orang sekitarnya untuk mencari solusi. Misalnya, sifat agresif, stess, psikopat, depresi, kecanduan dan sebagainya. Jika dibiarkan, lama-lama akan berkembang menjadi kekerasan, contohnya menabrak orang lain hingga tewas karena mabuk, menjadi pelaku KDRT, mempengaruhi anak-anak di sekitarnya untuk mencoba narkoba dan sebagainya.

2. Kelompok

Individu yang bergabung dalam kelompok sering merasa sangat kuat sehingga berani melakukan tindakan pemaksaan yang berujung pada kekerasan. Tindak kekerasan ini ada yang spontan, ada pula yang direncanakan. Contohnya penjarahan oleh geng motor, tawuran antar pelajar, fanatisme sepakbola dan sebagainya.

3. Dinamika kelompok

Kekerasan antara kelompok bisa terjadi karena masing-masing memiliki kepentingan. Benturan antar kelompok yang sering terjadi adalah disebabkan faktor ekonomi atau perebutan tempat usaha. Kekerasan juga bisa terjadi sebagai akibat dari kecemburuan sosial.

Misalnya pendirian suatu pabrik yang tidak menampung warga sekitar sebagai karyawan padahal lingkungan sekitar terdampak pencemaran sehingga menghilangkan mata pencaharian warga sebelumnya.

Contoh-contoh konflik sosial yang tak terselesaikan di atas sehingga berkembang menjadi kekerasan sebagian diambil dari Modul Pembelajaran SMA, Sosiologi Kelas XI (2020) yang ditulis oleh Tri Ady Indrawan.

Suatu konflik sosial akan berkembang menjadi kekerasan apabila tidak segera diperhatikan dan dicarikan solusinya. Kekerasan bisa dicegah jika masing-masing pihak mau instropeksi dan tidak mudah terprovokasi. (LUS)