Penyelesaian dan Pemecahan Suatu Masalah Sistem Komputer secara Berurutan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyelesaian dan pemecahan suatu masalah sistem komputer secara berurutan adalah algoritma. Algoritma adalah istilah yang sering didengar dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya di media sosial, konten yang muncul sering kali sesuai dengan algoritma.
Algoritma tidak hanya ditemukan di komputer. Algoritma juga berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saat memasak, ada langkah-langkah yang harus dilakukan secara bertahap agar masakannya berhasil.
Pengertian Penyelesaian dan Pemecahan Suatu Masalah Sistem Komputer secara Berurutan
Penyelesaian dan pemecahan suatu masalah sistem komputer secara berurutan disebut dengan algoritma. Menurut buku Algoritma dan Pemrograman Jilid 1, Mulyadi Rusli dan Ezrifal Sany (2023: 4), algoritma adalah urutan logis pengambilan keputusan dalam pemecahan masalah.
Dalam bidang komputer, algoritma sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai masalah pemrograman, terutama dalam komputasi numeris.
Tanpa algoritma yang dirancang baik, proses pemrograman akan mengalamai kesalahan, kerusakan atau lambat dan tidak efisien. Pelaksana algoritma adalah komputer.
Manusia dan komputer berkomunikasi dengan cara memberikan perintah-perintah pada komputer berupa instruksi yang disebut sebagai program. Alat yang digunakan dalam membuat program disebut bahasa pemrograman.
Ada berbagai macam bahasa pemrograman, yaitu C, C++, Pascal, Basic, Fortran, Cobol, Java, C#, Basica, dan OOP serta bahasa pemrograman lainnya. Cara memberikan instruksi setiap bahasa pemrograman berbeda-beda, tetapi outputnya sama.
Kriteria dan Jenis Algoritma
Dalam melakukan pemrograman, penting untuk mengetahui kriteria algoritma. Berikut ini kriteria dan jenis algoritma.
1. Kriteria Algoritma
Kriteria Algoritma menurut Donald E. Knuth:
Input: Algoritma dapat memiliki nol atau lebih inputan dari luar.
Output: Algoritma harus memiliki minimal satu buah output keluaran.
Definiteness (pasti): Algoritma memiliki instruksi-instruksi yang jelas dan tidak ambigu.
Finiteness (ada batas): Algoritma harus memiliki titik berhenti (stopping role).
Effectiveness (tepat dan efisien): Algoritma sebisa mungkin harus dapat dilakukan dan efektif.
2. Jenis Proses Algoritma
Sequence Process: Instruksi dikerjakan secara sekuensial atau berurutan.
Selection Process: Instruksi dikerjakan jika memenuhi kriteria tertentu.
Iteration Process: Instruksi dikerjakan selama memenhi suatu kondisi tertentu.
Concurrent Process: Beberapa instruksi dikerjakan bersama.
Baca juga: Contoh Output Device dalam Komponen Komputer
Penyelesaian dan pemecahan suatu masalah sistem komputer secara berurutan disebut sebagai algoritma. Dalam melakukan pemrograman, kriteria dan jenis-jenis algoritma harus diperhatikan.(IND)
