Konten dari Pengguna

Peran Ilmu Kimia Organik dalam Dunia Farmasi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Manfaat Mempelajari Ilmu Kimia Organik dalam Farmasi yaitu (Foto: Volodymyr Hryshchenko | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Manfaat Mempelajari Ilmu Kimia Organik dalam Farmasi yaitu (Foto: Volodymyr Hryshchenko | Unsplash.com)

Ilmu kimia sangat penting peranannya untuk kehidupan manusia. Ilmu kimia dibagi menjadi beberapa cabang dan salah satunya adalah kimia organik. Manfaat mempelajari ilmu kimia organik dalam dunia farmasi yaitu mengembangkan senyawa obat baru.

Membuat obat diperlukan riset dan ilmu yang sesuai. Oleh karena itu kimia organik sangat berperan dalam dunia farmasi. Simak ulasannya berikut ini.

Baca juga: Hakikat Ilmu Kimia dan Manfaatnya

Pengertian Kimia Organik

Ilustrasi Pengertian Kimia Organik (Foto: Vedrana Filipovic | Unsplash.com)

Dikutip dari buku Kimia Organik oleh Subandi (2010), kimia organik adalah percabangan studi ilmiah dari ilmu kimia mengenai struktur, sifat, komposisi, reaksi, dan sintesis senyawa organik.

Senyawa organik dibagun terutama oleh karbon dan hidrogen, dan dapat mengandung unsur-unsur lain seperti nitrogen, oksigen, fosfor, halogen, dan belerang.

Kimia organik sebagai suatu ilmu secara umum disetujui telah dimulai pada tahun 1828 dengan sintesis urea organik oleh Friedrich Wohler, yang secara tidak sengaja menguapkan larutan amonium sianat NH4OCN.

Para ahli kimia membagi senyawa dalam 2 golongan, yaitu:

  1. Senyawa anorganik. Merupakan senyawa yang bukan berasal dari makhluk hidup.

  2. Senyawa organik. Merupakan struktur dan pembentuk senyawa karbon dan biasanya merupakan senyawa yang dihasilkan oleh makhluk hidup.

Penemuan Wohler, yaitu membuat ureum (senyawa organik) sebagai pupuk sumber nitrogen dengan memanaskan amonium sianat (senyawa anorganik), memberi kesimpulan bahwa senyawa anorganik bisa disintesa menjadi senyawa organik.

Beberapa keuntungannya adalah:

  • Bisa mensintesa produk alam di laboratorium dengan jumlah besar dan biaya yang murah dibandingkan dengan isolasi dari alam. Contohnya vitamin, asam amino, antibiotika, dan sebagainya.

  • Bisa menciptakan zat-zat yang lebih bermanfaat daripada hasil isolasi alam seperti deterjen, insektisida, aspirin, dan sebagainya.

Peran Ilmu Kimia Organik dalam Farmasi

Dikutip dari Kimia Organik oleh Pramushinta (2021), senyawa organik memiliki gugus karbonil adalah golongan aldehid, keton, dan asam karboksilat dan turunannya. Contoh yang mudah ditemui adalah asam sitrat yang banyak ditemukan dalam buah lemon.

Senyawa organik lain yang banyak digunakan dalam bidang kefarmasian adalah parasetamol atau asetaminofen yaitu suatu senyawa golongan amida yang merupakan turunan asam karboksilat. Contoh lainnya adalah:

  • Asam asetat (asam cuka)

  • Asetaminofen (analgesik)

  • Asam asetil salisilat (analgesik)

Penggunaan aldehid dan keton sangat luas di bidang industri dan farmakologi. Aldehid yang paling sederhana adalah formaldehida (H2C=O) atau metanal yang mempunyai nama dagang formalin.

Jadi, manfaat mempelajari ilmu kimia organik dalam dunia farmasi yaitu untuk membuat atau mengembangkan senyawa obat-obatan. Berbagai uji kimia diperlukan ketika membuat obat untuk menguji keefektifan dan mengantisipasi dampak negatif obat. (KRIS)