Perbedaan antara Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknologi Modern di Biologi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu biologi, terdapat dua jenis bioteknologi yang dikenal, yaitu konvensional dan modern. Adapun perbedaan bioteknologi konvensional dan modern terletak pada prinsip yang digunakan.
Secara umum, bioteknologi dapat diartikan sebagai ilmu terapan yang menerapkan prinsip-prinsip sains dan teknologi terhadap serangkaian proses dari bahan-bahan biologi yang menghasilkan barang dan jasa.
Dewasa ini perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga ilmu-ilmu terapan lainnya. Nah, artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern.
Baca Juga: Alasan Mengapa Perlu Dikembangkan Bioteknologi Hewan dan Tumbuhan Transgen
Apa Perbedaan antara Bioteknologi Konvensional dengan Bioteknologi Modern di Biologi?
Secara umum, bioteknologi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu bioteknologi konvensional (tradisional) dan bioteknologi modern.
Dikutip dari buku IPA Terpadu SMP dan MTs Jilid 3A untuk Kelas IX Semester 1 oleh Mikrajuddin Abdullah, dkk., (2007: 154), perbedaan antara bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern terletak pada prinsip yang digunakan.
Bioteknologi konvensional adalah bioteknologi yang memanfaatkan mikroorganisme untuk memproduksi alkohol, asam asetat, gula, atau bahan makanan, seperti tempe, tape, oncom, dan kecap.
Sementara itu, bioteknologi modern adalah bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip-prinsip ilmiah melalui penelitian untuk menghasilkan produk yang efisien. Bioteknlogi ini telah mencakup berbagai bidang, seperti rekayasa genetika, penciptaan sumber energi, dan sebagainya.
Agar lebih jelas, berikut perbedaan bioteknologi konvensional dan modern yang bisa dipahami.
Table Embed
Menampilkan 10 data dari 11 data
Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern | |
|---|---|
Bioteknologi Konvensional | Bioteknologi Modern |
Teknologi yang digunakan relatif sederhana. | Teknologi yang digunakan memakai peralatan canggih. |
Teknologi yang dipakai relatif murah. | Teknologi yang dipakai relatif mahal. |
Tidak diproduksi dalam jumlah besar. | Diproduksi dalam jumlah besar. |
Hanya menggunakan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur yang diproduksi dalam jumlah kecil. | Selain menggunakan mikroorganisme, bioteknologi modern juga menggunakan bagian-bagian tubuh organisme seperti tumbuhan dan hewan. |
Tidak menggunakan prinsip-prinsip ilmiah. | Menggunakan prinsip-prinsip ilmiah. |
Tidak dapat mengatasi kendala alam karena sistem budidaya tanaman, misalnya masalah hama. | Dapat meningkatkan kualitas dan mengatasi kendala alam dalam sistem budidaya tanaman. |
Menggunakan teknik yang sederhana dan masih berkembang. | Menggunakan teknik rekayasa tingkat tinggi bahkan hingga tingkat molekuler. |
Dititikberatkan pada produk makanan dan minuman, seperti melalui proses fermentasi dan produksi jamur. | Dititikberatkan pada produksi makanan, minuman, produk kimia, kesehatan, dan energi, seperti melalui rekayasa genetik dan kultur jaringan. |
Perbaikan genetikanya tidak terarah. | Perbaikan genetikanya sangat terarah. |
Penerapan bioteknologi diperlukan kerja sama beberapa bidang ilmu, seperti biokimia, mikrobiologi, genetika sitologi, dan sebagainya. Oleh karena itu, penerapan bioteknologi tidak hanya didasari oleh ilmu biologi saja.
Demikian penjelasan mengenai berbagai perbedaan bioteknologi konvensional dengan bioteknologi modern yang bisa dipelajari. Semoga informasi di atas bermanfaat!
(CHL & SFR)
