Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif dalam Proses Pembelajaran

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Simak perbedaan asesmen formatif dan sumatif sebelum menerapkannya dalam proses pembelajaran. Pasalnya asesmen formatif dan sumatif memiliki fungsi serta ketentuan yang berbeda.
Asesmen Formatif dan Sumatif, Penilaian dalam Proses Pembelajaran
Asesmen merupakan istilah yang kini banyak digunakan untuk menyebutkan penilaian dalam proses pembelajaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata asesmen memiliki arti adalah penilaian.
Bundu (2017: 107) dalam buku yang berjudul Asesmen Autentik dalam Pembelajaran menjelaskan bahwa asesmen adalah suatu proses pengumpulan data siswa yang dilakukan selama proses pembelajaran ataupun terhadap hasil pembelajaran. Jadi, secara umum, kita dapat menafsirkan bahwa asesmen merupakan penilaian pembelajaran.
Kembali pada pembahasan asesmen formatif dan sumatif. Ya, asesmen dalam proses pembelajaran memang terbagi dua. Asesmen formatif merupakan penilaian yang dilakukan saat proses pembelajaran berlangsung, sedangkan asesmen sumatif merupakan penilaian yang dilakukan pada akhir pembelajaran.
Keduanya memang merupakan penilaian yang ada dalam proses pembelajaran. Namun, asesmen formatif umumnya dilakukan saat proses pembelajaran suatu bab sedang berlangsung. Kemudian, asesmen merupakan penilaian kumulatif di akhir pembelajaran.
Selain memiliki perbedaan dalam waktu penerapan, asesmen formatif dan sumatif pun memiliki perbedaan dalam segi tujuan serta output. Berikut adalah perbedaan tujuan serta output antara asesmen formatif dengan sumatif yang mengutip dari laman ditsmp.kemdikbud.go.id (2022),
Perbedaan Tujuan:
Asesmen formatif memiliki tujuan guna mengetahui perkembangan penguasaan siswa terhadap bab yang dipelajari. Berbeda dengan asesmen formatif, asesmen sumatif memiliki tujuan guna mengetahui pencapaian siswa pada pembelajaran bab atau materi yang telah berakhir
Perbedaan Output atau Keluaran:
Output dari asesmen formatif adalah dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran, sedangkan asesmen sumatif adalah bukti tentang hal yang telah siswa kuasai.
Baca juga: Inquiry learning, Metode Pembelajaran yang Mampu Mengaktifkan Proses Belajar
Itulah perbedaan antara asesmen formatif dan sumatif. Cara mudah untuk mengingatnya adalah ‘sumatif’ — kumulatif. Jadi, pasti dilakukan diakhir untuk melihat hasil secara keseluruhan. Sekian uraian kali ini, semoga mudah untuk dimengerti. (AA)
