Perbedaan Bacaan Tahiyat Awal dan Akhir

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam sholat yang jumlah rakaatnya lebih dari 2 rakaat, terdapat dua tahiyat di dalamnya, yaitu tahiyat awal dan akhir. Apakah perbedaan dari keduanya ? Simak perbedaan bacaan tahiyat awal dan akhir berikut ini.
Pertama-tama mari kita bahas apakah benar terdapat perbedaan antara tahiyat awal dan akhir ?
Ada perbedaan pendapat mengenai perbedaan tahiyat awal dan akhir, sebagaimana yang telah dibahas dalam buku Fiqih Kontroversi Jilid 1: Beribadah antara Sunnah dan Bid’ah.
Ada yang mengatakan bahwa bacaan tahiyat awal dan akhir sama saja, hanya cara duduknya saja yang berbeda. Namun pendapat lain menungkapkan bahwa bacaan tahiyat awal dan akhir tidaklah sama.
Perbedaan pendapat ini terjadi karena tidak ada satupun riwayat yang secara tegas menerangkan perbedaan bacaan antara kedua tahiyat tersebut. Meskipun pada dasarnya, Rasulullah telah menerangkan dalam hadist terdapat bacaan yang bisa dibaca ketika melaksanakan gerakan tahiyat. Sebagaimana hadist berikut ini:
“Barangsiapa sholat tetapi tidak mengucapkan shalawat atasku dan atas ahliku, shalatnya tidak diterima.” (HR Draquthni)
Perbedaan cara duduk ini di jelaskan dalam buku Indahnya Tahajud. Duduk tahiyat awal (iftirosy) bertumpu pada pangkal paha yang terhubung dengan syaraf. Cara duduk ini bermanfaat bagi seseorang yang tidak mampu berjalan untuk menghindarkan nyeri pada pangkal paha.
Sedangkan duduk tahiyat akhir (tawaruk) bagian tubuh tidak bertumpu pada bagian tubuh lainnya, namun pada bagian kaki dimasukkan kebawah kaki kanan dan jari jari kaki menekan ke tanah.
Bacaan Tahiyat Awal dan Akhir yang Mahsyur di Indonesia
Bacaan tahiyat awal yang dikenal oleh masyarakat Indonesia yaitu yang dirwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
“Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat, dan kebaikan adalah bagi Allah. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan kepadamu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan barakah-Nya. Mudah-mudahan kesejahteraan dilimpahkan pula kepada kami dan kepada seluruh hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.” (HR. Muslim no. 403).
Untuk tahiyat akhir bacaan tahiyat awal diulang kembali dengan dilanjutkan membaca :
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
"Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa shollaita 'ala Ibroohim wa 'ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa baarokta 'ala Ibrohim wa 'ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid
Artinya: Ya Allah, semoga shalawat tercurah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Seperti rahmat yang tercurah pada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia di seluruh alam."
Meskipun terdapat perbedaan pendapat antara bacaan tahiyat awal dan akhir, namun yang perlu diketahui bahwa membaca sholawat nabi merupakan sunnah ketika sholat.
