Konten dari Pengguna

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern Beserta Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern, Foto: Unsplash/metamorworks.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern, Foto: Unsplash/metamorworks.

Bioteknologi menjadi salah satu ilmu biologi. Secara garis besar bioteknologi dibagi menjadi dua yaitu konvensional dan modern. Perbedaan bioteknologi konvensional dan modern ini bisa dilihat dari aspek teknik dan proses pembuatannya.

Bioteknologi konvensional tekniknya lebih sederhana dibandingkan yang modern. Dikutip dari Pengantar Bioteknologi, Agustin Krisna Wardani (2017: 6), bioteknologi ini diharapkan mampu meningkatkan beberapa hal yang berdampak pada kehidupan manusia.

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

Ilustrasi Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern, Foto: Unsplash/metamorworks.

Bioteknologi dimulai sejak manusia menyadari pentingnya organisme (hewan atau tanaman atau mikroba) dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Sehingga adanya bioteknologi ini diharapkan mampu menangani permasalahan yang ada di dunia.

Bioteknologi dibagi menjadi dua yaitu bioteknologi konvensional dan modern. Berikut perbedaan bioteknologi konvensional dan modern:

1. Bioteknologi Konvensional

  • Menggunakan makhluk hidup secara langsung.

  • Tidak menggunakan prinsip ilmiah.

  • Didasarkan pada keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun.

  • Tidak diproduksi secara massal.

  • Sudah ada dan dipakai sejak ribuan tahun yang lalu.

  • Hanya menggunakan teknologi yang ada.

  • Biaya penerapannya lebih murah.

  • Butuh banyak waktu.

  • Tidak mampu membuat sifat organisme yang baru.

  • Perbaikan genetikanya tidak terarah.

2. Bioteknologi Modern

  • Memakai makhluk hidup beserta komponennya secara langsung.

  • Menggunakan prinsip ilmiah, misal rekayasa genetika.

  • Merupakan hasil kajian dari berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan

  • Diproduksi secara massal (berskala besar).

  • Baru mulai digunakan pada 1917.

  • Sudah memakai teknologi rekayasa genetika.

  • Membutuhkan banyak biaya.

  • Waktunya relatif singkat.

  • Mampu membuat sifat organisme baru.

  • Perbaikan genetikanya sangat terarah.

Contoh Bioteknologi Konvensional dan Modern

Ilustrasi Perbedaan Bioteknologi Konvensional Dan Modern, Foto: Unsplash/metamorworks.

Ada banyak produk-produk hasil bioteknologi konvensional dan modern yang ada dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai berikut.

1. Bioteknologi Konvensional

Salah satu produk hasil proses fermentasi adalah tempe, bir, yogurth, keju, nata de coco, tape, acar, kefir, kimchi, dan masih banyak lagi.

2. Bioteknologi Modern

Salah satu metode dalam bioteknologi modern adalah teknologi DNA Rekombinan. Pemanfaatkan teknologi DNA Rekombinan selama ini telah menghasilkan banyak obat-obatan, vaksin, bahan pangan, hingga bahan pakaian. Berikut contohnya:

  • Teknologi DNA Rekombinan

  • Hibridoma

  • Kultur Jaringan

  • Teknologi Tanaman Transgenik

  • PCR (Polimerase Chain Reaction)

Baca Juga: 10 Contoh Soal Olimpiade Biologi SMA Pilihan Ganda dan Kunci Jawaban

Itulah pembahasan mengenai perbedaan bioteknologi konvensional dan modern. Perbedaan yang paling dasar terdapat pada teknik dan produknya. (Umi)