Perbedaan Dilema Etika dan Bujukan Moral dalam Pengambilan Keputusan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan dilema etika dan bujukan moral dalam pengambilan keputusan menarik untuk dipahami. Masalah dilema etika dan bujukan moral ditemui dalam pelatihan bidang pendidikan. Namun ini bisa bermanfaat untuk menghadapi berbagai masalah kehidupan.
Mengambil keputusan untuk diri sendiri saja sudah sulit, apalagi sebagai pemimpin yang berakibat pada banyak orang. Di dalam hati dan pikiran akan ada pertanyaan dan pertentangan yang harus dicerna dan diselesaikan.
Perbedaan Dilema Etika dan Bujukan Moral
Dikutip dari Bergerak Serentak, Yolly Rizky Afrianto (2022:76-77), dalam proses pengambilan keputusan, ada 2 hal yang akan terjadi, yaitu dilema etika dan bujukan moral. Perbedaan dilema etika dan bujukan moral adalah:
Dilema etika (benar vs benar) adalah sebuah situasi dimana keduanya benar tapi bertentangan dalam mengambil keputusan.
Bujukan moral (benar vs salah) adalah situasi ketika seseorang dihadapkan pada benar salah ketika mengambil keputusan.
Bujukan moral lebih mudah diatasi karena dapat berpegang pada norma yang berlaku untuk berpihak kepada yang benar dan yang salah.
Dilema etika lebih sulit dihadapi karena ada berbagai hal yang terlibat seperti cinta, keadilan, kebenaran dan sebagainya. Paradigma yang terjadi adalah:
Individu vs masyarakat.
Rasa keadilan vs rasa kasihan.
Kebenaran vs kesetiaan.
Jangka pendek vs jangka panjang.
Umumnya, dalam mengambil keputusan didasarkan pada 3 prinsip cara berpikir, yaitu:
Berbasis hasil akhir (End-based Thinking)
Berbasis peraturan (Rule-based Thinking)
Berbasis rasa peduli (Care-based Thingking)
Panduan Mengambil Keputusan
Buku di atas mencatat 9 langkah yang bisa dijadikan panduan dalam mengambil keputusan, yaitu:
Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan lalu menyaring mana yang berhubungan dengan etika sopan santun dan norma sosial.
Tentukan pihak yang terlibat.
Kumpulkan fakta-fakta yang relevan.
Pengujian benar atau salah menggunakan uji regulasi, uji legal, uji standar professional dan sebagainya.
Menguji 4 paradigma benar vs benar.
Melakukan prinsip resolusi menggunakan 3 prinsip cara berpikir di atas.
Investigasi opsi trilema.
Membuat keputusan.
Lihat keputusan dan merefleksikannya.
Mengambil keputusan memang tidak mudah. Tapi tidak mengambil keputusan akan membawa ke situasi yang lebih buruk. Seorang pemimpin, tidak hanya di bidang pendidikan, akan diuji ketika harus mengambil keputusan.
Baca juga: Pengaruh Pengetahuan Konsumen terhadap Pengambilan Keputusan Konsumen
Demikian ulasan tentang perbedaan dilema etika dan bujukan moral dalam mengambil keputusan yang patut untuk direnungkan, dipahami dan dipraktikkan. (LUS)
