Konten dari Pengguna

Perbedaan Fungsi Candi dalam Agama Hindu dan Buddha

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Deskripsikan Perbedaan Fungsi Candi dalam Agama Hindu dan Budha. Sumber: Foto Unsplash/Steffen B.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Deskripsikan Perbedaan Fungsi Candi dalam Agama Hindu dan Budha. Sumber: Foto Unsplash/Steffen B.

Deskripsikan perbedaan fungsi candi dalam agama Hindu dan Budha! Candi merupakan salah satu peninggalan dari zaman Hindu-Buddha dalam bidang arsitektur atau seni bangunan.

Berdasarkan buku Candi dan Lingkungan Abad IX-X Masehi di Wilayah Jawa Bagian Tengah, Niken Wirasanti, (2023:6), candi merupakan istilah untuk menyebut bangunan peninggalan purbakala abad IV-XV Masehi.

Deskripsikan Perbedaan Fungsi Candi dalam Agama Hindu dan Budha!

Ilustrasi Deskripsikan Perbedaan Fungsi Candi dalam Agama Hindu dan Budha. Sumber: Foto Unsplash/Afif Ramdhasuma

Deskripsikan perbedaan fungsi candi dalam agama Hindu dan Budha! Secara umum, candi digunakan untuk tempat pemujaan atau beribadah. Adapun fungsi candi secara umum menurut buku Sejarah: Untuk Kelas 2 SMA, M. Habib Mustopo, (2005:8) adalah sebagai berikut.

  • Memuliakan raja atau tokoh yang telah meninggal.

  • Menguburkan macam-macam benda peninggalan (pripih).

  • Tempat menyimpan arca perwujudan raja yang telah bersatu dengan dewa.

  • Tempat pemujaan kepada para dewa.

Candi dalam agama Hindu sebenarnya adalah bangunan untuk memuliakan raja atau orang terkemuka yang telah wafat. Dalam candi, yang dikuburkan bukanlah mayat atau abu jenazah, melainkan bermacam-macam benda, seperti potongan-potongan berbagai jenis logam dan batu-batu akik yang disertai dengan saji-sajian.

Benda-benda tersebut dinamakan pripih dan dianggap sebagai lambang zat-zat jasmaniah dari sang raja yang telah bersatu kembali dengan dewa penitisnya. Mayat seorang raja yang meninggal dibakar dan abunya dihanyutkan ke laut.

Arca perwujudan yang melukiskan sang raja sebagai dewa dan menjadi arca utama dalam candi pada umumnya adalah arca Syiwa. Seringkali arca perwujudan itu berupa lambang Syiwa saja, yaitu lingga.

Sedangkan candi dalam agama Buddha dimaksudkan sebagai tempat pemujaan dewa saja. Di dalamnya tidak terdapat pripih dan arcanya tidak mewujudkan seorang raja. Seandainya ada, yang ditemukan bukanlah candi agama Buddha aliran Mahayana atau Hinayana, tetapi Buddha Tantrayana. Misalnya, Candi Jawi di Prigen, Pasuruan, Jawa Timur.

Candi sebagai bangunan terdiri atas tiga bagian, yaitu sebagai berikut.

  1. Kaki candi yang melambangkan alam bawah tempat manusia biasa.

  2. Badan candi yang melambangkan alam antara tempat manusia yang telah meninggalkan keduniawiannya dan dalam keadaan suci menemui dewanya.

  3. Atap candi yang melambangkan alam atas tempat bersemayamnya para dewa.

Baca juga: Perbedaan Candi Langgam Jawa Tengah dan Candi Langgam Jawa Timur

Deskripsikan perbedaan fungsi candi dalam agama Hindu dan agama Buddha! Candi dalam agama Hindu berfungsi sebagai tempat pemakaman, sedangkan candi dalam agama Buddha sebagai tempat pemujaan dewa. (Adm)