Konten dari Pengguna

Perbedaan Gerak Kuat dan Gerak Lemah dalam Seni Tari

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan Gerak Kuat dan Gerak Lemah dalam Seni Tari, Foto Pixabay thenpx1
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan Gerak Kuat dan Gerak Lemah dalam Seni Tari, Foto Pixabay thenpx1

Seni tari adalah cabang seni yang menggunakan gerak dalam pertunjukkannya. Berdasarkan sifatnya, gerakan tubuh dalam seni tari pun bisa dibedakan menjadi dua, yaitu gerak kuat dan gerak lemah. Namun, apa perbedaan gerak kuat dan gerak lemah tersebut?

Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini mengenai perbedaan kedua gerak tersebut.

Baca juga: Mengenal Properti yang Digunakan Tari Golek Manis dan Tari Bondan

Apa Perbedaan Gerak Kuat dan Gerak Lemah dalam Tarian?

Mengutip buku Keanekaragaman Seni Tari Nusantara oleh Resi Septiana Dewi (2012:1), seni tari adalah hasil karya cipta manusia yang diungkapkan lewat media gerak yang memiliki keindahan. Itulah mengapa gerak tubuh sangat penting dalam seni tari.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya terdapat dua gerak dalam tarian, yaitu gerak kuat dan gerak lemah. Perbedaan gerak kuat dan gerak lemah dalam seni tari dapat dilihat di bawah ini:

1. Gerak Kuat

Sesuai namanya, gerak kuat akan dilakukan penari dengan tenaga yang kuat, menggunakan otot, cepat, serta penuh dengan semangat. Biasanya gerak kuat akan diiringi oleh musik yang cepat, menghentak, serta dinamis sehingga dapat memperkuat suasana yang gembira dan semangat.

Ilustrasi Perbedaan Gerak Kuat dan Gerak Lemah dalam Seni Tari, Foto Pixabay Bahtiar Arbi

Contoh gerak kuat pada tari ialah menghentakkan tangan serta kaki, melompat, menggelengkan kepala, berputar, dan lain sebagainya. Beberapa tari tradisional yang menggunakan gerak kuat adalah Tari Saman, Tari Kecak, Tari Jaipong, dan lain-lain

2. Gerak Lemah

Kebalikannya, gerak lemah akan dilakukan penari dengan lemah lembut dan tidak menggunakan otot tubuh. Biasanya penari akan menggerakkan anggota tubuh secara pelan-pelan dan lambat. Gerak ini identik dengan musik yang mendayu dan lembut untuk memperkuat suasana sedih atau tenang.

Contoh gerak lemah pada tari ialah menolehkan serta menganggukkan kepala, mengangkat tangan serta melambaikan tangan, melenggang, dan lain-lain. Beberapa tari tradisional yang menggunakan gerak lemah adalah Tari Serimpi, Tari Tor-Tor, dan Tari Bedhaya Ketawang.

Itulah perbedaan antara gerak kuat dan gerak lemah pada seni tari. Dapat disimpulkan bahwa ada beberapa kunci pembeda dari kedua gerak tersebut, yaitu tenaga, penggunaan otot, dan musik yang mengiringi. Masing-masing gerak pun bisa menciptakan suasana yang berbeda. (LOV)