Perbedaan Infaq dan Shodaqoh dalam Pandangan Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kita tentu sering mendengar istilah infak dan sedekah (shodaqoh), kemudian bertanya-tanya apakah infaq dan shodaqoh itu sama atau justru berbeda? Dalam pandangan Islam sendiri, sebenarnya infaq dan shodaqoh memiliki kesamaan tujuan, hanya saja sifatnya sedikit berbeda. Lalu apa perbedaan infaq dan shodqoh dalam pandangan islam?
Sebelum membahas perbedaan infaq dan shodaqoh, maka kita perlu memahami dulu pengertian dari masing-masing istilah tersebut dalam pandangan Islam. Melansir keterangan dari laman resmi https://bdkpalembang.kemenag.go.id/ (diakses pada 8/6/21), infaq diartikan sebagai harta yang dikeluarkan seseorang dengan suka rela untuk kebaikan saat seseorang tersebut mendapatkan rezeki. Sedangkan shodaqoh diartikan sebagai mengeluarkan harta secara sukarela kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti fakir miskin dan sebagainya.
Perbedaan Infaq dan Shodaqoh yang Perlu Dipahami dalam Islam
Berdasarkan pengertian tersebut, maka infaq dan shodaqoh memiliki kesamaan yakni termasuk harta yang dikeluarkan dengan suka rela untuk mengharapkan pahala dari Allah SWT. Sedangkan perbedaan infaq dan shodaqoh terletak pada waktu dikeluarkannya harta tersebut, dimana infaq biasa dikeluarkan saat seseorang tengah mendapatkan rezeki dan membaginya kepada orang lain. Sedangkan shodaqoh dapat dikeluarkan kapanpun kepada mereka yang membutuhkan harta.
Di samping itu, perbedaan infaq dan shodaqoh juga terletak pada sifatnya yang mana infaq hanya terbatas pada pengeluaran harta, sedangkan shodaqoh sifatnya jauh lebih luas dan umum dan juga tidak hanya terbatas kepada harta. Pasalnya shodaqoh sendiri bisa juga berbentuk hal lain, seperti membagi senyum ataupun menyisihkan batu dijalanan juga dapat dianggap sebagai shodaqoh.
Sebagai amalan terpuji yang dianjurkan untuk dilakukan umat muslim, berinfak dan bershodaqoh tentunya dapat mendatangkan banyak keberkahan dari Allah SWT. Adapun salah satunya ialah dapat diberikan balasan kebaikan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Untuk itu, setiap umat muslim diharapkan dapat mengamalkan ibadah tersebut agar senantiasa diberi kebaikan dan keutamaan pahala dari Allah SWT. (HAI)
