Konten dari Pengguna

Perbedaan Khutbah Jumat dengan Dakwah menurut Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perbedaan khutbah Jumat dengan dakwah adalah, sumber: unsplash/MufidMajnun
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perbedaan khutbah Jumat dengan dakwah adalah, sumber: unsplash/MufidMajnun

Perbedaan khutbah Jumat dengan dakwah adalah hal yang belum banyak diketahui oleh umat Islam. Meskipun sekilas tampak sama, tetapi keduanya memiliki definisi yang berbeda.

Khutbah Jumat dan dakwah merupakan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menyiarkan agama Islam. Memahami perbedaan dari keduanya sangat penting agar bisa melaksanakannya sesuai kaidah.

Perbedaan Khutbah Jumat dengan Dakwah

Ilustrasi Perbedaan khutbah Jumat dengan dakwah adalah, sumber: unsplash/KowitPhotisan

Khutbah Jumat dan dakwah merupakan metode menyampaikan ajaran Islam kepada khalayak umum. Adapun perbedaan khutbah Jumat dengan dakwah yang dilakukan umat muslim yakni sebagai berikut:

1. Dakwah

Mengutip buku Dakwah dalam Al-Qur'an oleh Yuli Umroatin (2020), dakwah artinya panggilan atau seruan. Orang yang melaksanakan dakwah disebut dengan da'i - da'iyah. Dakwah merupakan seruan kepada seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan atau meninggalkan perbuatan tertentu.

Perintah berdakwah dijelaskan dalam Surah An-Nahl ayat 125. Bunyi ayat tersebut yakni sebagai berikut:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُۗ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

Ud'u ilā sabīli rabbika bil-ḥikmati wal-mau'iẓatil-ḥasanati wa jādil-hum billatī hiya aḥsan, inna rabbaka huwa a'lamu biman ḍalla 'an sabīlihī wa huwa a'lamu bil-muhtadīn.

Artinya: "Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik serta debatlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang paling tahu siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia (pula) yang paling tahu siapa yang mendapat petunjuk."

2. Khutbah

Khutbah berasal dari kata khataba yang artinya pidato atau meminang. Orang yang berkhutbah disebut dengan khatib.

Secara umum, khutbah merupakan pidato yang disampaikan untuk menunjukkan kepada pendengar tentang pentingnya suatu pembahasan.

Pada zaman nabi, jika ada masalah penting yang harus disampaikan, rasulullah akan naik ke mimbar untuk berkhutbah di hadapan para sahabat. Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir bin Abdullah RA, ia menjelaskan cara penyampaian khutbah Rasulullah.

“Ketika Rasulullah berkhutbah, kedua matanya tampak memerah, suaranya keras, dan kelihatannya sangat marah, hingga beliau bagaikan orang yang memperingatkan akan kedatangan pasukan musuh. Beliau mengatakan, "Musuh akan datang dengan tiba-tiba di pagi hari. Musuh akan datang dengan tiba-tiba di sore hari." Beliau berkata lagi, "Masa aku diutus dan Hari Kiamat seperti ini". Nabi Saw. mensejajarkan jari tulunjuk dan jari tengahnya. Beliau bersabda, "Amma ba'du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Seburuk-buruk perkara adalah hal-hal yang bid'ah, dan setiap perkara yang bid'ah itu sesat". (HR. Muslim)

Contoh khutbah di masa sekarang adalah khutbah dalam sholat Jumat. Selain itu, ada pula khutbah pada sholat Hari Raya Idul Fitri dan khutbah pada sholat Hari Raya Idul Adha.

Baca juga: Contoh Teks Khutbah Jumat Akhir Ramadhan

Jadi, perbedaan khutbah Jumat dengan dakwah adalah pada waktu pelaksanaannya. Dakwah bisa dilakukan kapan saja, sedangkan khutbah Jumat hanya dilakukan pada hari waktu shalat Jumat. (DLA)