Perbedaan Konservasi Insitu dan Eksitu beserta Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Konservasi insitu dan eksitu adalah dua pendekatan yang berbeda dalam menjaga keanekaragaman hayati dan melestarikan spesies yang terancam punah. Perbedaan konservasi insitu dan eksitu dapat dilihat dari berbagai aspek.
Seperti perbedaan lokasi yang digunakan. Bahkan mengenai konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia telah diatur dalam UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya dan UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, berdasarkan atas tiga asas yaitu tanggung jawab, berkelanjutan, dan bermanfaat.
Perbedaan Konservasi Insitu dan Eksitu
Dikutip dari buku Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas): Modul Ajar IPA Biologi Kelas X, Fase E karya Drs. Akmal, M.Pd. (2022: 1), Konservasi insitu merujuk pada upaya pelestarian spesies atau ekosistem yang dilakukan di tempat aslinya, di habitat alaminya.
Sedangkan konservasi eksitu melibatkan upaya pelestarian spesies di luar habitat alaminya, biasanya di fasilitas atau institusi khusus seperti kebun binatang, kebun raya, arboretum, atau pusat penelitian. Agar lebih jelas, berikut adalah perbedaan konservasi insitu dan eksitu beserta penjelasannya di ulasan berikut ini:
1. Lokasi
Konservasi insitu dilakukan di habitat asli spesies di alam, seperti taman nasional, cagar alam, atau kawasan konservasi alam.
Konservasi eksitu dilakukan di luar habitat asli spesies, biasanya di fasilitas atau institusi khusus seperti kebun binatang, kebun raya, atau pusat penelitian.
2. Lingkungan
Konservasi insitu fokus pada pelestarian ekosistem utuh dan lingkungan alami di mana spesies hidup.
Konservasi eksitu melibatkan lingkungan buatan yang diciptakan untuk menampung spesies terancam punah di luar habitat alaminya.
3. Fokus
Konservasi insitu berfokus pada perlindungan dan pengelolaan langsung dari lingkungan dan spesies yang ada di dalamnya.
Konservasi eksitu berfokus pada pemeliharaan dan pembiakan spesies yang terancam punah di lingkungan buatan untuk menjaga populasi mereka.
4. Populasi
Konservasi insitu melibatkan pemeliharaan populasi spesies di habitat alaminya.
Konservasi eksitu melibatkan pemeliharaan populasi spesies di luar habitat alaminya, sering kali dalam populasi terbatas di fasilitas konservasi.
5. Ancaman
Konservasi insitu bertujuan untuk melindungi spesies dan ekosistem dari ancaman di habitat alaminya, seperti perusakan habitat, perburuan ilegal, atau perubahan iklim.
Konservasi eksitu bertujuan untuk melindungi spesies dari kepunahan dengan mempertahankan dan memperbanyak populasi di lingkungan buatan.
6. Tujuan
Konservasi insitu bertujuan untuk menjaga keanekaragaman hayati, memelihara ekosistem alami, dan mendukung fungsi ekologis.
Konservasi eksitu bertujuan untuk memelihara dan memperbanyak populasi spesies yang terancam kepunahan, dan digunakan untuk tujuan pendidikan, penelitian, atau reintroduksi ke habitat alaminya.
Baca Juga: Pengertian, Tujuan, dan Prinsip Pembangunan Berwawasan Lingkungan
Demikian penjelasan mengenai perbedaan konservasi insitu dan eksitu. Perbedaan ini menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam menjaga keanekaragaman hayati dan melestarikan spesies. Kedua pendekatan ini penting dan saling melengkapi untuk mencapai tujuan pelestarian yang komprehensif. (Umi)
