Perbedaan Mahayana dan Vajrayana dalam Agama Buddha

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahayana dan Vajrayana merupakan dua aliran utama di dalam agama Buddha. Secara umum ada beberapa perbedaan antara keduanya yang wajib diketahui oleh umat Buddha atau masyarakat umum untuk menambah pengetahuan.
Perbedaan dari kedua aliran tersebut bisa dilihat dari pemahaman atau ajaran dasar yang diberikan kepada umatnya. Bagaimanapun juga secara garis besar kedua aliran tersebut memiliki ajaran yang sama.
Perbedaan Mahayana dan Vajrayana dalam Buddha
Jika ingin memahami perbedaan Mahayana dan Vajrayana, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah memahami kedua ajaran tersebut. Berikut uraiannya.
1. Mahayana
Dikutip dari Buddhist Thought karya Paul Williams dkk., (2012) secara umum Mahayana berfokus pada kasih sayang dan intervensi supernatural, sedangkan Vajrayana berfokus pada tantra.
Mahayana, yang berarti "kendaraan besar" dalam bahasa Sansekerta, menekankan pada pencerahan universal. Pengikut Mahayana percaya bahwa semua makhluk hidup mampu mencapai pencerahan, dan bahwa tujuan akhir seorang Bodhisattva adalah menunda pencerahannya sendiri untuk membantu semua makhluk mencapai kebahagiaan Nirvana.
Ada beberapa ciri-ciri dari aliran ini, misalnya adalah konsep Bodhisattva, makhluk tercerahkan yang menunda nirvananya untuk membantu orang lain, menjadi sentral dalam Mahayana. kemudian Mahayana memiliki koleksi sutra yang luas, yang tidak ditemukan dalam Theravada, seperti Sutra Teratai dan Sutra Hati.
Ciri terakhir Mahayana memperkenalkan konsep Buddha Alam Semesta, yang merupakan manifestasi dari kebijaksanaan dan kasih sayang yang tak terbatas, yang hadir di semua makhluk.
2. Vajrayana
Vajrayana, yang berarti "kendaraan berlian" dalam bahasa Sansekerta, menekankan pada pencerahan cepat melalui metode ritual dan meditasi yang kompleks. Pengikut Vajrayana percaya bahwa pencerahan dapat dicapai dalam satu kehidupan melalui praktik yang intens dan bimbingan guru spiritual.
Ciri dari aliran ini adalah menggunakan teks-teks rahasia yang disebut Tantra, yang berisi ritual dan meditasi yang kompleks. Aliran ini juga mengenal Yidam atau dewa dan dewi yang divisualisasikan dalam meditasi Vajrayana untuk membantu praktisi mencapai pencerahan.
Aliran ini juga mengenal adanya Mandala yaitu diagram suci yang digunakan dalam meditasi Vajrayana untuk membantu praktisi fokus pada alam semesta dan tempat mereka di dalamnya.
Baca juga: Perbedaan Fungsi Candi dalam Agama Hindu dan Agama Buddha
Itulah penjelasan mengenai perbedaan Mahayana dan Vajrayana yang merupakan dua aliran dalam agama Buddha. Perbedaan dari kedua aliran tersebut bisa dilihat dari ciri-cirinya. (WWN)
