Perbedaan Pokok antara Iklim dan Cuaca

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan pokok antara iklim dan cuaca terletak pada periode waktu terjadinya. Cuaca adalah keadaan suhu udara, tekanan udara, curah hujan, angin dan sinar matahari pada suatu waktu dan tempat tertentu.
Sedangkan iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu wilayah tertentu dalam jangka waktu yang relatif lama.
Perbedaan Pokok antara Iklim dan Cuaca Terletak pada Waktu
Cuaca merupakan fenomena tidak teratur yang terjadi sehari-hari di atmosfer. Cuaca bervariasi dari satu tempat ke tempat lain dan dapat berubah dalam hitungan menit, jam, hari, atau minggu. Peristiwa yang disebut cuaca paling sering terjadi di troposfer, bagian atmosfer yang paling dekat dengan Bumi.
Sedangkan iklim adalah rata-rata cuaca di suatu lokasi tertentu selama beberapa dekade. Berbeda dengan cuaca yang bisa berubah dengan sangat cepat, perubahan iklim membutuhkan waktu ratusan, ribuan, atau bahkan jutaan tahun.
Dikutip dari buku Seri Sains: Atmosfer, Mulyadi, (2020:15), untuk menentukan iklim di suatu wilayah membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu antara 10 sampai dengan 20 tahun. Cuaca dan iklim mempunyai perbedaan yang mendasar, yaitu luas wilayah cakupan dan waktu pengamatan.
Dari dua perbedaan mendasar tersebut dapat disimpulkan perbedaan pokok antara iklim dan cuaca terletak pada waktu dan luas daerah. Berikut penjabaran perbedaan iklim dan cuaca:
Cakupan wilayah dan pengamatan tentang cuaca lebih sempit dan terbatas, sedangkan cakupan wilayah dan pengamatan iklim lebih luas.
Waktu pengamatan terhadap cuaca di suatu daerah dapat dilakukan selama 24 jam, sedangkan waktu pengamatan iklim dilakukan selama kurun waktu 11-30 tahun.
Cuaca mempunyai sifat yang cepat berubah dan tidak stabil, sedangkan iklim mempunyai sifat yang stabil dan sulit berubah.
Prediksi mengenai cuaca mudah dilakukan, sedangkan prakiraan iklim sulit dilakukan.
Ada banyak gejala yang bisa dijumpai, di antaranya:
Kabut Gejala yang terjadi karena adanya kondensasi uap air dekat permukaan tanah ataupun air yang dingin. Ketinggiannya mencapai 500 meter.
Embun Gejala yang terjadi karena adanya kondensasi uap air di permukaan tanah, rumput, dan daun pada malam hari karena kelembapan udara, namun tidak ada angin yang bertiup.
El Nino Gejala peningkatan suhu Samudra Pasifik yang terjadi sekitar bulan Desember.
La Nina Gejala yang terjadi setelah El Nino melemah karena adanya penurunan suhu Samudra Pasifik di sekitar bulan Januari.
Baca Juga: Lama Waktu Pengamatan Musim, Iklim, dan Cuaca menurut Ilmu Sains
Dapat disimpulkan bahwa perbedaan pokok iklim dan cuaca terletak pada waktu, luas daerah, sifat, dan prediksi.(glg)
