Perbedaan Pola Ekor Murai Batu Kalimantan, Aceh, dan Lampung

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu jenis burung yang banyak diminati oleh masyarakat adalah burung murai batu. Dan ternyata ada perbedaan burung murai batu Kalimantan, Aceh dan Lampung.
Burung merupakan hewan peliharaan yang menjadi favorit banyak orang. Tubuh yang kecil, warna bulu yang menarik, dan kicauan yang sangat merdu membuat hewan yang stau ini banyak digemari oleh masyarakat, terutama laki-laki. Selain dijadikan hewan peliharaan di rumah, burung juga kerap kali dikutsertakan dalam berbagai ajang perlombaan. Tapi apakah kalian tahu perbedaan pola ekor murai batu? Simak ulasan dalam artikel berikut ini ya.
Perbedaan Pola Ekor Murai Batu Kalimantan, Aceh, dan Lampung
Mengutip Welty (1982) dalam buku dengan judul The Life Of Birds, burung termasuk dalam kelas Aves, sub Phylum Vertebrata dan masuk ke dalam Phylum Chordata, yang diturunkan dari hewan berkaki dua. Burung merupakan salah satu jenis hewan berdarah panas dan ovipar atau berkembang biak dengan cara bertelur. Badan burung seluruhnya tertutup oleh bulu.
Murai batu merupakan salah satu jenis burung kicau yang tubuhnya mirips seperti burung jalak atau burung cacing. Murai batu juga ternyata dikenal dengan sebutan Kucica Hutan. Habitat asal murai batu adalah hutan sekunder di India, Cina, Sri Lanka, dan Asia Tenggara. Murai Batu di Indonesia umumnya dapat ditemui di Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Papua. Berikut Perbedaan Pola Ekor Murai Batu Kalimantan, Aceh, dan Lampung.
Murai Batu Kalimantan Murai Batu Kalimantan ternyata terbagi menjadi tiga jenis. Jenis tersebut adalah murai batu mahkota, Palangkam dan Banjar. Ciri fisik dari murai jenis ini adalah memiliki bulu dada yang berwarna coklat terang, bagian kaki memiliki warna coklat kehitaman atau coklat kemerahan, dan ekor hanya sepanjang 10 hingga 13 cm.
Murai Batu Aceh Murai Batu Aceh biasanya berasal dari Tangse (Pidie), Pegunungan Seulawahsabang, Lhoong dan Keude Bieng. Ciri-cirinya adalah tubuh yang tidak terlalu besar, memiliki panjang ekor 19 hingga 30 cm, dan tak jarang suara burung murai jenis ini terdengar seperti tembakan.
Murai Batu Lampung Murai Batu yang berasal dari Lampung saat ini sulit untuk ditemukan. Pasalnya marak terjadi pengalihan fungsi hutan menjadi pemukiman penduduk. Ciri dari murai batu jenis ini adalah postur badan yang lebih kecil, memiliki panjang ekor 12 hingga 18 cm, bulu dada berwarna oranye kecoklatan, dan jenis suara yang mengulang-ulang.
Itulah beberapa perbedaan pola ekor murai batu Kalimantan, Aceh, dan Lampung. Selain tiga jenis burung murai tersebut, masih ada murai yang berasal dari Nias, Medan, dan Jawa. Jika burung murai menang dalam kontes, harganya dapat melambung dengan tinggi. Semoga informasi dalam artikel ini dapat menambah pengetahuan kalian tentang jenis-jenis burung murai dan perbedaannya ya. (FAR)
