Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru beserta Ciri-Cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra yang terbagi ke dalam dua macam, yakni puisi lama dan puisi baru. Tentu saja terdapat perbedaan puisi lama dan puisi baru yang perlu dikenali dengan baik. Sebab, kedua macam puisi ini memiliki struktur dan peraturan penulisan yang berbeda.
Dengan mengetahui perbedaan dan ciri-ciri keduanya, orang-orang bisa lebih mudah dalam mengenali puisi yang sedang dibaca. Bahkan memahami perbedaan kedua puisi tersebut juga memudahkan penyair dalam membuat sebuah bait puisi.
Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Lengkap dengan Ciri-Cirinya
Mengutip dari buku Apresiasi Puisi (Teori dan Aplikasi), Zherry Putria Yanti dan Atika Gusriani (2022:18), berikut ini adalah penjelasan tentang perbedaan puisi lama dan puisi baru lengkap dengan ciri-cirinya yang menarik untuk diketahui.
1. Puisi Lama
Puisi lama adalah jenis puisi yang terikat dengan berbagai kriteria, seperti jumlah kata pada setiap baris, jumlah baris pada setiap bait, rima, dan iramanya. Adapun bentuk puisi lama sendiri dibedakan menjadi beberapa macam, yakni mantra, pantun, gurindam, karmina, syair, seloka, dan juga talibun.
Berikut ini adalah berbagai ciri-ciri puisi lama yang perlu diketahui.
Terikat pada jumlah baris dan rima sesuai dengan ketentuannya. Tak hanya itu saja, puisi lama juga terikat dengan penggunaan diksi, irama, intonasi, dan berbagai hal lainnya.
Puisi lama bersifat anonim, artinya tidak diketahui dengan jelas nama dari penulis puisi tersebut.
Puisi lama mempunyai gaya bahasa yang cenderung statis atau tetap. Bahkan banyak juga puisi lama yang menggunakan bahasa klise dalam penulisannya.
Puisi lama termasuk sastra lisan karena dalam puisi ini diajarkan atau disampaikan dari mulut ke mulut.
2. Puisi Baru
Puisi baru adalah jenis puisi yang struktur penulisannya lebih bebas dari puisi lama. Hal ini karena puisi baru tidak terikat dengan aturan tertentu. Beberapa contoh puisi baru antara lain balada, romansa, elegi, soneta, ode, dan juga satire.
Berikut adalah beberapa ciri puisi baru.
Nama penulis puisi tercantum di dalam karyanya.
Tidak terikat dengan rima, irama, maupun baris.
Gaya bahasa yang digunakan dalam puisi baru cenderung dinamis sehingga akan berubah-ubah.
Puisi baru mempunyai sifat simetris sehingga bentuknya terlihat lebih rapi.
Puisi baru lebih banyak menggunakan pola pantun atau sajak syair.
Umumnya, puisi baru berbentuk empat seuntai.
Mempunyai satuan sintaksis atau gatra.
Gatra yang ada dalam puisi baru terdiri dari 4-5 suku kata.
Biasanya, puisi baru mengisahkan tentang peristiwa kehidupan.
Baca Juga: Pengertian Puisi dan Contoh Puisi Tema Pendidikan
Itu dia ulasan singkat tentang perbedaan puisi lama dan puisi baru lengkap dengan berbagai ciri-cirinya yang menarik untuk diketahui. Semoga bermanfaat. (Anne)
