Konten dari Pengguna

Perbedaan Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan, Berikut Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan sumber: Pengajar CoID
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Rantai Makanan dan Jaring-jaring Makanan sumber: Pengajar CoID

Rantai makanan dan jaring-jaring makanan memiliki pengertian yang berbeda, meskipun terdengar sama dan serupa.

Untuk lebih memahami mengenai rantai makanan dan jaring-jaring makanan, simak lebih lanjut ulasan dalam artikel berikut mengenai perbedaan keduanya yang disertai dengan contoh agar lebih mudah dipahami.

Pengertian Rantai makanan dan Jaring-jaring Makanan

Sebelum menuju pada pengertiannya, perlu diketahui bahwa rantai makanan merupakan bagian dari jaring-jaring makanan.

Rantai makanan merupakan siklus makan dimakan yang terjadi dalam sebuah ekosistem atau lingkungan hidup, sementara jaring-jaring makanan adalah siklus rantai makanan yang terjadi yang saling tumpang tindih dan berhubungan dalam suatu ekosistem.

Rantai makanan melibatkan organisme dalam tingkatan-tingkatan yang disebut dengan tropik, urutannya adalah:

  1. Produsen: adalah organisme yang bisa membuat makanannya sendiri atau disebut juga autotrof, contohnya adalah tumbuhan di daratan, dan fitoplankton di lautan.

  2. Konsumen I: adalah organisme yang bergantung pada produsen untuk kebutuhan makan sebagai sumber energi. Konsumen tingkat I biasanya ditempati oleh hewan herbivora, atau ikan-ikan kecil yang berada di lautan.

  3. Konsumen II: merupakan organisme yang memangsa konsumen di tingkat I, biasanya merupakan organisme karnivora, herbivora, atau omnivora. Manusia termasuk dalam konsumen tingkat II ini.

  4. Dekomposer: merupakan bagian pengurai dalam suatu rantai makanan, yang berfungsi untuk menguraikan organisme mati untuk memelihara kestabilan suatu ekosistem. Organisme yang masuk dalam pengurai andalah bakteri, cacing dan jamur.

Agar lebih bisa dipahami, berikut ini adalah contoh dari rantai makanan dan jaring-jaring makanan:

  • Rantai makanan di hutan/kebun: Tanaman hijau - ulat - burung kecil - ular - pengurai

  • Rantai makanan di sungai: Alga - siput - kecil - ikan - manusia - pengurai

  • Rantai makanan di laut: Fitoplankton - zooplankton - ikan kecil - ikan paus - pengurai

Sementara pada jaring-jaring makanan, misalnya di ekosistem kebun/hutan, terdapat berbagai rantai makanan yang saling tumpang tindih berikut ini:

  • Tanaman hijau - belalang - ayam - manusia - pengurai

  • Tanaman hijau - belalang - burung pipit - elang - pengurai

  • Tanaman hijau - ulat - katak - elang - pengurai

Jadi pada jaring-jaring makanan, tak hanya terjadi satu rantai makanan saja pada tingkatan rantai makanan, namun saling tumpang tindih dan berhubungan satu sama lainnya. Demikian adalah ulasan mengenai rantai makanan dan jaring-jaring makanan beserta dengan contohnya, semoga berguna ya. (Adelliarosa)