Perbedaan Sholat Hajat dan Tahajud, Lengkap Beserta Keistimewaannya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagai seorang muslim, apakah kamu tahu perbedaan sholat hajat dan tahajud? Wajar saja jika masih ada yang bingung atau belum mengetahui perbedaan sholat hajat dan tahajud. Hal ini dikarenakan keduanya merupakan sholat sunah yang dikerjakan di malam hari.
Meski begitu, baik sholat hajat maupun sholat tahajud sama-sama memiliki keistimewaan. Terdapat sebuah Nash yang menganjurkan untuk sholat hajat, yakni sholat yang dilakukan karena seserang ingin mencapai suatu hajat. Nash ini disebutkan pada hadits riwayat berikut:
Abu Darda’ meriwayatkan, bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa berwudhu dengan wudhu yang sempurna lalu sholat dua raka’at yang ia lakukan dengan sempurna (lalu dia minta sesuatu kepada Allah), maka Allah akan memberinya baik dengan segera atau tertangguhkan”. (HR. Ahmad, dengan sanad shahih).
Adapun keutamaan dari sholat tahajud dapat dilihat dalam Alquran, tepatnya pada surat Al Isra ayat 79 yang diterjemahkan sebagai berikut:
“Pada sebagian malam, tahajudlah sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji,” (17:79)
Perbedaan Sholat Hajat dan Tahajud
Meski kedua sholat ini terlihat sama, namun terdapat sejumlah perbedaan yang akan diuraikan di bawah ini:
Sholat hajat bisa dilakukan kapan saja, termasuk siang hari. Meski begitu sholat hajat umumnya dikerjakan setelah sholat isya. Sedangkan sholat tahajud harus dilakukan di malam hari, tepatnya setelah bangun tidur di malam hari dan sebelum masuk waktu subuh. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa sholat tahajud paling dianjurkan saat akhir sepertiga malam.
Sholat hajat dilakukan sebanyak dua rakaat. Sedangkan sholat tahajud sedikitnya dilakukan sebanyak dua rakaat, dan paling banyak sebelas rakaat.
Sholat hajat dilakukan jika menginginkan sebuah hajat yang penting. Sedangkan sholat tahajud dikerjakan bukan untuk mencapai suatu hajat, melainkan karena ingin berdoa untuk suatu keperluan dan dikabulkan Allah SWT.
Sebagian ulama berpendapat bahwa jika melaksanakan sholat hajat harus menyebutkan hajatnya kepada Allah. Sedangkan dalam sholat tahajud tidak ada.
(RYFA)
