Konten dari Pengguna

Perbedaan Teks Pancasila pada Awal Gagasan hingga Disahkan, WNI Wajib Tahu!

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila asli Foto: Pinterest
zoom-in-whitePerbesar
Pancasila asli Foto: Pinterest

Teks Pancasila yang kita kenal hingga saat ini, ternyata memiliki sedikit perbedaan dengan gagasan awal yang dicetuskan oleh Ir. Sukarno lho! Menurut data sejarah, pancasila sendiri awalnya merupakan buah pikir dari Sang Proklamator selama menghabiskan waktu dalam pengasingan Belanda di Ende, Flores.

Kemudian tepat pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan gagasan terkait dasar negara RI lewat pidato spontannya di hadapan para anggota BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Adapun poin-poin dalam teks Pancasila awal yang dikemukakan oleh presiden pertama RI tersebut di antaranya, sebagai berikut:

  • Kebangsaan Indonesia atau Nasionalisme

  • Internasionalisme atau Perikemanusiaan

  • Mufakat atau Demokrasi

  • Kesejahteraan Sosial

  • Ketuhanan yang Berkebudayaan

Ide awal atau gagasan dasar tersebut kemudian diterima secara aklamasi dan dirumuskan ulang oleh BPUPKI melalui tim khusus bernama Panitia Sembilan pada tanggal 9 Juni 1945. Di mana tim tersebut sendiri terdiri dari Ir. Sukarno, Muhammad Hatta, AA Maramis, Abikusno Tjokrosoejoso, Abdulkahar Muzakir, Agus Salim, Ahmad Soebardjo, Wahid Hasyim dan Muhammad Yamin.

Setelah itu, rumusan pancasila yang diberi nama Piagam Jakarta tersebut tidak semerta-merta langsung disahkan, sebab poin-poin dalam gagasan tersebut masih kerap menimbulkan perdebatan, khususnya pada bagian sila pertama. Sebelum diubah seperti saat ini, sila pertama Pancasila berbunyi seperti ini: “Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-pemeluknya.”

Teks Pancasila yang Sah

Kemudian barulah pada tanggal 13 April 1968, presiden RI mengeluarkan Instruksi untuk mengesahkan butir-butir Pancasila yang kita pegang erat sebagai landasan negara kesatuan Republik Indonesia hingga kini, yakni:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

  2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  3. Persatuan Indonesia

  4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan

  5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Teks Pancasila tersebut merupakan keputusan final yang telah disahkan sebagai ideologi atau landasan negara bangsa Indonesia. Meskipun memiliki sedikit perbedaan dari ide awal yang sampaikan oleh Soekarno, namun keduanya sama-sama memiliki nilai penting bagi Indonesia sebagai pedoman menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara. (HAI)