Perhitungan Amal Baik dan Perbuatan Jahat di Hari Akhir Bagi Umat Islam

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Manusia dapat melakukan apa yang ia inginkan. Akan tetapi pada suatu saat nanti akan akan dipertanggung jawabkan hal-hal yang telah dilakukan. Apakah hidupnya dipenuhi dengan amalan-amalan baik ataupun banyak berbuat jahat. Dalam agama Islam, perhitungan amal baik dan pebuatan jahat disebut juga yaumul hisab. Lantas, bagaimana kejadian pada hari akhir nanti?
Perhitungan Amal Baik dan Perbuatan Jahat di Hari Akhir Bagi Umat Islam
Kiamat merupakan hari di mana seluruh kehidupan makhluk hidup yang ada di alam semesta ini akan berakhir, termasuk juga manusia. Meskipun menjadi akhir dari kehidupan seluruh makhluk hidup, namun pada saat terjadinya hari kiamat merupakan kejadian yang sangat mengerikan.
Yaumul Barzakh
Yaumul Barzah atau alam barzakh disebut juga alam kubur, merupakan gerbang pertama menuju akhirat. Di alam kubur, manusia akan ditanyai oleh malaikan Munkar dan Nakir akan segala perbuatannya selama hidup.
Tidak ada satupun dari kehidupan tidak ada satupun dari dunia yang dibawam kecuali amal ibadah dan perbuatan baik selama hidup.
Yaumul Ba’ats
Yaumul ba’ats adalah hari kebangkitan dan dikumpulkan di sebuah padang yang disebut Padang Mahsyar. Seluruh manusia akan dikumpulkan usai Malaikat Izrail meniup sangkakala yang kedua kalinya.Yaumul Mahsyar pada satu tempat yang dimulai dari Nabi Adam As hingga manusia yang terakhir diwafatkan.
Semua manusia dan mahluk hidup lainnya akan dikumpulkan untuk diadili dan diiringi dengan dua malaikat. Bagi manusia yang bertakwa dan beriman selama hidup, penantian di Padang Mahsyar akan terasa singkat. Namun bagi manusia yang memiliki banyak dosa akan merasa sangat lama dan menahan panas yang begitu besar.
Yaumul Hisab
Dikutip dari buku Antologi Tafsir: Esai-Esai Interpretasi Tematik Al-Qur’an karya Ailsa Digna Anjani, dkk (2020:86), secara bahasa, hisab memiliki arti perhitungan. Sehingga, pada tahapan ini manusia akan dihitung amal selama hidup.
Para ulama menjelaskan hisab secara akidah memiliki dua pengertian,
Al-‘Ardah
Al-‘Ardah memiliki arti dosa dan pengakuan yang memiliki dua pengertian, yakni:
Pengertian umum, yaitu seluruh makhluk ditampakkan di hadapan Allah dalam keadaan menampakkan lembaran amalan mereka. Ini mencakup orang yang dimunaqasyah hisabnya dan yang tidak dihisab.
Pemaparan amalan maksiat kaum mukminin kepada mereka, penetapannya, merahasiakan (tidak dibuka dihadapan orang lain), dan pengampunan Allah atasnya. Hisab demikian ini dinamakan hisab yang ringan (hisab yasir)
Munaqasyah
Munaqasyah memiliki arti diperiksa secara sungguh-sungguh dan disebut juga hisab antara kebaikan dan keburukan.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang dihisab, maka ia tersiksa”. Aisyah bertanya, “Bukankah Allah telah berfirman ‘maka ia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah’ (QS. Al-Insyiqaq: 8)” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Itu baru al-‘aradh (penampakan amal). Namun barangsiapa yang diteliti hisabnya, maka ia akan binasa.” (HR. Bukhari no. 103 dan Muslim no. 2876)
Pada saat dihisab, bukan mulut yang akan menjawab setiap pertanyaan yang diberikan, namun tangan dan kaki sebagai saksi terhadap hal-hal yang dilakukan manusia selama hidup.
Allah bersabda,
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yasin: 65)
Timbangan yang Digunakan di Yaumul Hisab
Timbangan yang digunakan untuk menghisab amalan makhluk hidup hanyalah satu yang bernama Mawazin. Timbangan tersebut tidak akan merugikan satu seorang pun. Bahkan, amalan seberat biji sawi pasti dihitung di timbangan tersebut.
Kartu Sakti Penimbangan Amal
Pada saat penimbangan amal, akan dibentangkan amal baik dan buruk selama hidup. Meski begitu terdapat sebuah kartu sakti yang akan menolong dosa-dosa selama hidup. Kartu tersebut adalah syahadat laa ilaha ilallah wa anna muhammadan abduhu wa rasulullah.
Sebagaimana yang dijelaskan dari Abdulah bin ‘Amr, bahwa Rasulullah SAW bersabda,
“Ada seseorang yang terpilih dari umatku pada hari kiamat dari kebanyakan orang ketika itu, lalu dibentangkan kartu catatan amalnya yang berjumlah 99 kartu. Setiap kartu jika dibentangkan sejauh mata memandang. Kemudian Allah menanyakan padanya, “Apakah engkau mengingkari sedikit pun dari catatanmu ini?” Ia menjawab, “Tidak sama sekali wahai Rabbku.” Allah bertanya lagi, “Apakah yang mencatat hal ini berbuat zalim kepadamu?” Lalu ditanyakan pula, “Apakah engkau punya uzur atau ada kebaikan di sisimu?” Dipanggillah laki-laki tersebut dan ia berkata, “Tidak.” Allah pun berfirman, “Sesungguhnya ada kebaikanmu yang masih kami catat. Sehingga kamu tidak termasuk orang zalim pada hari ini.” Lantas dikeluarkanlah satu bithoqoh (kartu sakti) yang bertuliskan syahadat ‘laa ilaha ilallah wa anna muhammadan ‘abduhu wa rosulullah’. Lalu ia bertanya, “Apa kartu ini yang bersama dengan catatan-catatanku yang penuh dosa tadi?” Allah berkata padanya, “Sesungguhnya engkau tidaklah zalim.” Lantas diletakkanlah kartu-kartu dosa di salah satu daun timbangan dan kartu ampuh ‘laa ilaha illallah’ di daun timbangan lainnya. Ternyata daun timbangan penuh dosa tersebut terkalahkan dengan beratnya kartu ampuh ‘laa ilaha illalah’ tadi. (HR. Ibnu Majah no. 4300, Tirmidzi no. 2639, dan Ahmad 2:213)
Yaumul Jaza
Pada tahap akhir, manusia akan menerima balasan apa yang telah diperbuat selama hidup. Bagi manusia yang memiliki amalan baik selama hidup, maka ia akan masuk ke surga. Namun bagi manusia yang selama hidupnya dipenuhi dengan amalan buruk, ia akan dijatuhkan di neraka yang teramat panas.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai pehitungan amal yang akan terjadi di hari akhir nanti. Semoga kita dapat belajar bahwa perhitungan amal nyata adanya. Amalan-amalan yang kita lakukan akan dipertanggung jawabakan dan mendapatkan akibatnya.(MZM)
