Peringatan Datangnya Kematian pada Ayat Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kullu nafsin dzaiqotul maut adalah salah satu ayat dalam Alquran sebagai peringatan kepada seluruh makhluk hidup tentang kematian. Bahkan ayat tersebut disebutkan sebanyak tiga kali, yakni dalam surat Ali Imran, Al Anbiya dan Al Ankabut. Sebab Allah selalu tidak hentinya mengingatkan kepada seluruh manusia akan adanya kematian yang menantinya.
Seperti halnya yang tertulis dalam buku Psikologi Kematian karangan Komaruddin Hidayat (2016: 42) peristiwa kematian pasti akan menimpa setiap orang, meskipun hakikat kematian serta apa yang terjadi setelahnya selalu menyimpan misteri yang tidak pernah terungkap.
Dengan mengetahui kematian, dapat dijadikan sebagai peringatan kepada manusia bahwa ajal dapat datang kapan saja. Maka mempersiapkan diri adalah jawabannya. Maka Allah mengingatkan kepada para makhluk hidup dalam ayat kullu nafsin dzaiqotul maut.
Ayat Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut sebagai Peringatan Kematian
Tidak ada satupun manusia yang dapat mengingkari maupun melarikan diri dari takdir Allah berupa datangnya kematian. Allah berfirman dalam Suran An Nisa ayat 78 yang artinya,
Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”
Sebagai seorang Muslim yang tahu akan datangnya kematian, maka hal tersebut dapat digunakan untuk menambah semangat untuk memperbanyak ibadah kepada Allah. Seperti yang dijelaskan Ibnu ‘Umar, ia berkata,
Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?” Beliau bersabda, “Yang paling baik akhlaknya.” “Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?”, ia kembali bertanya. Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259)
Jikalau kematian adalah akhir dari segalanya, maka banyak orang akan memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tertimpa masalah yang pelik. Selain itu manusia akan biasa saja menanggapi datangnya kematian. Namun perlu diingat, setelah kematian terdapat hari pertanggun jawaban dan penimbangan amal ibadah yang telah dilakukan selama hidup. Apakah kita sudah mempersiapkan diri akan datangnya kematian?
Manusia harus mempertanggun jawabkan apa yang telah mereka perbuat, seperti perbuatan baik dan buruk. Tidak ada satupun manusia yang dapat menghindari hari tersebut.
Ayat kullu nafsin dzaiqotul maut merupakan peringatan kepada manusia akan datangnya ajal dan Allah memerintahkan umatnya agar senantiasa memperbanyak ibadah sehingga terhindar dari pedihnya siksa api neraka. (MZM)
