Konten dari Pengguna

Perpindahan Penduduk dari Desa ke Kota Merupakan Konsep Interaksi Antarruang

Berita Terkini
Penulis kumparan
3 Juni 2024 19:44 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Perpindahan Penduduk dari Desa ke Kota Merupakan Konsep. Sumber: Pexels/Basoshots
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perpindahan Penduduk dari Desa ke Kota Merupakan Konsep. Sumber: Pexels/Basoshots
ADVERTISEMENT
Perpindahan penduduk dari desa ke kota merupakan contoh penerapan konsep interaksi antarruang. Selain perpindahan penduduk, konsep interaksi antarruang sebenarnya mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
Kemudahan penemuan ini disebabkan karena beragamnya bentuk interaksi antarruang. Misalnya komunikasi, mobilitas penduduk, dan juga transportasi.

Penjelasan Perpindahan Penduduk dari Desa ke Kota Merupakan Konsep Interaksi Antarruang.

Ilustrasi Perpindahan Penduduk dari Desa ke Kota Merupakan Konsep. Sumber: Pexels/Basoshots
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, interaksi antarruang memiliki sejumlah bentuk. Antara lain adalah komunikasi, transportasi, dan juga mobilitas penduduk. Oleh sebab itu, perpindahan penduduk dari desa ke kota merupakan contoh penerapan konsep interaksi antarruang.
Perpindahan atau mobilitas penduduk merupakan interaksi antarruang yang bentuknya adalah pergerakan serta perpindahan manusia dari suatu ruang ke ruang lainnya.
Mobilitas atau perpindahan penduduk memiliki beberapa jenis. Misalnya adalah urbanisasi, imigrasi, transmigrasi, dan lain sebagainya.

Materi Interaksi Antarruang

Ilustrasi Perpindahan Penduduk dari Desa ke Kota Merupakan Konsep. Sumber: Pexels/Basoshots
Pada pelajaran IPS, khususnya Geografi terdapat materi tentang interaksi antarruang. Apa yang disebut sebagai interaksi antarruang?
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Explore Ilmu Pengetahuan Sosial Jilid 1 untuk SMP/MTs Kelas VII, Mulya, et al (2019), interaksi antarruang adalah interaksi antara ruang satu dan ruang lain dalam mengelola ruang-ruang di permukaan Bumi berdasarkan potensi dan permasalah serta keterkaitan suatu ruang dengan ruang lainnya di sekitarnya.
Interaksi antarruang dapat terjadi karena beberapa hal. Secara garis besar, penyebab adanya interaksi antarruang sebagai berikut.

1. Saling Melengkapi (Regional Complementary)

Penyebab yang pertama adalah karena saling melengkapi. Hal ini dapat terjadi karena antara satu ruang dengan ruangan lainnya saling membutuhkan. Selain itu, setiap ruang memiliki kebutuhan serta ketersediaan yang berbeda-beda.
Sebagai contoh, petani menghasilkan sayur tetapi tidak menghasilkan daging, sementara peternak menghasilkan daging, tapi tidak menghasilkan sayur. Karena ketersediaan dan kebutuhan tersebut, maka untuk saling melengkapi dilakukan interaksi jual-beli.
ADVERTISEMENT

2. Kemudahan Transfer (Transferability)

Penyebab selanjutnya adalah karena adanya kemudahan transfer jika terdapat aksesibilitas antarwilayah. Maksudnya adalah mudah atau tidaknya suatu wilayah dijangkau dengan transportasi.

3. Kesempatan Intervensi (Intervening Opportunity)

Penyebab terakhir adalah kesempatan intervensi. Kesempatan intervensi dapat terjadi saat suatu wilayah tertentu memiliki ketersediaan atau potensi yang melimpah. Wilayah tersebut dapat menutupi kebutuhan wilayah lain. Oleh sebab itu, interaksi sebelumnya akan menjadi lemah.
Perpindahan penduduk dari desa ke kota merupakan contoh penerapan konsep interaksi antarruang. Interaksi antarruang dalam bentuk mobilitas memiliki beberapa jenis. Contohnya adalah transmigrasi, urbanisasi, imigrasi, dan lainnya. (FAR)