Persamaan dan Lawan Kata Menyusut dalam Bahasa Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bahasa Indonesia digunakan untuk berkomunikasi sehari-hari baik secara lisan atau tertulis. Bahasa ini juga merupakan bahasa yang sudah kita pelajari sejak kecil. Namun, ternyata masih banyak istilah dalam bahasa Indonesia yang belum dipahami oleh semua orang seperti lawan kata. Apa lawan kata menyusut?
Persamaan dan lawan kata sebetulnya sudah umum digunakan, tetapi masih ada orang yang belum mengerti materi ini. Agar bisa mengerti, simak penjelasan mengenai persamaan dan lawan kata menyusut berikut ini.
Baca juga: Arti Kosakata Melimpah menurut KBBI beserta Contoh Kalimatnya
Persamaan dan Lawan Kata Menyusut
Untuk mengetahui apa lawan kata menyusut, pertama-tama kita harus mengetahui apa pengertian menyusut. Dilansir dari KBBI daring, kbbi.kemdikbud.go.id, menyusut berarti menjadi susut. Sedangkan, susut artinya adalah:
menjadi berkurang
mengerut menjadi pendek, kecil, dan sebagainya
turun (tentang air); surut
menjadi kurus (tentang badan)
Lawan kata menyusut adalah memanjang, mengembang, membesar, maju, mengembung, dan bertambah. Persamaan kata menyusut lebih banyak, beberapa di antaranya adalah memburuk, melemah, aus, menurun, berkurang, memendek, mencium dan mundur.
Hubungan Makna Kata dalam Bahasa Indonesia
Dalam mempelajari bahasa, ada materi mengenai hubungan makna kata. Persamaan dan lawan kata juga termasuk dalam materi ini. Hubungan makna kata bisa dilihat dari penulisan, pengucapan, atau dari bentuk maknanya. Berikut ini penjelasannya yang dikutip dari Think Smart Bahasa Indonesia untuk Kelas XII SMA oleh Kusmayadi (2007):
Antonim atau lawan kata merupakan kata-kata yang maknanya berlawanan. Antonim dibagi menjadi antonim kembar (putra-putri), antonim gradual (panjang-pendek), antonim relasional (suami-istri), antonim majemuk (pintu-jendela), dan antonim hierarkis (kilogram-gram).
Sinonim atau persamaan kata merupakan kata-kata yang mempunyai kemiripan atau kesamaan makna, tetapi berbeda bentuknya.
Hiponim (kata khusus) merupakan kata-kata yang maknanya sudah dicakup dengan kata lain. Hubungan makna kata dengan yang lain akan menghasilkan kata. Contoh: teh, kopi, dan susu adalah hiponim sedangkan minuman adalah hipernimnya.
Hipernim (kata umum) merupakan kata-kata yang maknanya mencakup makna kata lainnya. Contoh: sayur adalah hipernim sedangkan sawi, wortel, dan brokoli adalah hiponimnya.
Polisemi merupakan kata-kata yang maknanya ganda, tetapi masih memiliki hubungan makna.
Homonim merupakan kata-kata yang mempunyai bunyi dan ejaan yang sama, tetapi artinya berbeda. Contoh: seru, tanggal, bisa, dan beruang.
Homofon merupakan kata-kata yang mempunyai bunyi yang sama, tetapi memiliki arti dan ejaan berbeda. Contoh: bang-bank, masa-massa.
Homograf merupakan kata-kata yang mempunyai tulisan yang sama, tetapi arti dan bunyinya berbeda. Contoh: apel, tahu, dan memerah.
Demikian pembahasan tentang persamaan dan lawan kata menyusut serta hubungan makna kata dalam bahasa Indonesia. Selamat belajar! (KRIS)
