Persamaan Reaksi Kimia, Cara Menulis, dan Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Persamaan reaksi merupakan salah satu materi awal yang dipelajari dalam pelajaran kimia. Di dalam materi persamaan reaksi kimia, siswa akan mempelajari tentang perubahan yang terjadi akibat reaksi kimia.
Saat mempelajari materi yang satu ini, banyak siswa yang kesulitan dalam menuliskan persamaan reaksi kimia. Padahal penulisan tersebut sangat penting agar tidak menimbulkan kesulitan dan kebingungan dalam membaca maupun menganalisanya.
Persamaan Reaksi Kimia
Dikutip dari buku Kimia Berbasis Kontekstual Untuk Kelas X Semester II SMA/MA, Khairani Islamiyah, dkk. (2022), persamaan reaksi kimia menggambarkan reaksi kimia yang terjadi atas zat-zat pereaksi (reaktan) yang terdapat di sebelah kiri dan zat-zat hasil reaksi (produk) yang terdapat di sebelah kanan disertai koefisien dan masing-masing dibatasi dengan tanda panah.
Artinya, dalam reaksi kimia rumus pereaksi terletak di sebelah kiri. Sementara hasil reaksi diletakkan di sebelah kanan. Rumus pereaksi dan hasilnya tersebut kemudian dihubungkan dengan tanda kesamaan (=) atau tanda panah (→)
Cara Menulis Persamaan Reaksi Kimia
Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan reaksi kimia, kemudian siswa akan belajar tentang cara menulis persamaan reaksinya. Sebab, ikatan kimia dalam pereaksi diputus dan terbentuk ikatan baru dalam produknya.
Selain itu, penulisan persamaan reaksi kimia melibatkan aspek kualitatif dan kuantitatif. Aspek kualitatif berfungsi dalam menyatakan koefisien pereaksi dan hasilnya.
Sedangkan aspek kualitatif memiliki fungsi sebagai memberikan simbol dan sifat fisik dari pereaksi dan hasilnya. Simbol-simbol yang digunakan, yakni:
Solid (s): Digunakan dalam menandakan zat padatan.
Liquid (ℓ): Digunakan dalam menandakan zat cair.
Gas (g): Digunakan dalam menandakan zat bentuk gas.
Aqueous (aq): Digunakan dalam menandakan zat larutan.
Secara umum, persamaan reaksi dapat dituliskan sebagai berikut.
aA(a) + bB(b) → cC(c) + dD(d)
Keterangan:
a, b, c, d: koefisien reaksi
A dan B: zat pereaksi (reaktan)
C dan D: zat pereaksi (reaktan)
(a), (b), (c), (d): wujud zat
Tanda “+” artinya dicampurkan/direaksikan dengan tanda → artinya menghasilkan
Contoh:
Pereaksi atau reaktan Hasil reaksi/produk
2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(ℓ)
Koefisien H2 = 2 Koefisien O2 = 1 Koefisien H2O = 2
Pereaksi atau reaktan Hasil reaksi/produk
KMnO4(aq) + b Kl(aq) + c H2O(ℓ) → d MnO2(s) + e l2(s) + f KOH(aq)
Persamaan matematis dengan prinsip aljabar.
Atom K: a + b = f (persamaan 1)
Atom Mn: a = d (persamaan 2)
Atom O: 4a + c = 2d + f (persamaan 3)
Atom l: b = 2e (persamaan 4)
Atom H: 2c = f (persamaan 5).
Baca Juga: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi dalam Kimia
Sekarang sudah memahami persamaan reaksi kimia dan cara menulisnya, bukan? Dengan begitu, ketika belajar materi ini tidak lagi kesulitan dalam mengerjakannya. (MZM)
