Konten dari Pengguna

Pesan dalam Surat An Naml Ayat 30-31 bagi Kehidupan Umat Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pesan dalam surat An Naml ayat 30-31. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesan dalam surat An Naml ayat 30-31. Sumber: Unsplash

Surat An Naml ayat 30-31 merupakan firman Allah SWT dalam Alquran yang mengisahkan tentang sosok Nabi Sulaiman as dan Ratu Balqis. Jika kita tilik, isi Al Qur’an dan terjemahannya, Soenarjo (1971: 596), maka kita bisa mendapati bahwa dalam surat An Naml ayat 30-31 tersebut, Nabi Sulaiman as mencoba untuk mengirimkan pesan atau surat kepada Ratu Balqis selaku pemimpin Negeri Saba untuk mengingatkan sang ratu dan kaumnya agar berhenti bersikap sombong.

Untuk dapat memahami makna atau pesan dalam surat An Naml ayat 30-31, maka kita perlu menyimak bacaan serta terjemahan ayat tersebut, seperti berikut:

30. إِنَّهُۥ مِن سُلَيْمَٰنَ وَإِنَّهُۥ بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Arab latin: Innahụ min sulaimāna wa innahụ bismillāhir-raḥmānir-raḥīm

Artinya: Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan sesungguhnya (isi)nya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang."

31. أَلَّا تَعْلُوا۟ عَلَىَّ وَأْتُونِى مُسْلِمِينَ

Arab latin: Allā ta'lụ 'alayya wa`tụnī muslimīn

Artinya: "Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri."

Ilustrasi pesan dalam surat An Naml ayat 30-31. Sumber: Unsplash

Pesan dalam Surat An Naml Ayat 30-31 yang Perlu Dimaknai Umat Muslim

Dalam bunyi surat An Naml ayat 30-31 tadi kita bisa mengetahui bahwasanya Nabi Sulaiman as pada saat itu mengirimi ratu negeri Saba dengan menuliskan kalimat bismillahirahmanirohim, kemudian pesan selanjutnya dalam surat tersebut berisi peringatan dari nabi Sulaiman as agar sang ratu dan kaumnya berhenti bersikap sombong dan mengajak mereka untuk berserah diri kepada Allah SWT.

Alasan munculnya peringatan itu sebenarnya didasarkan kepada kebiasaa sang ratu dan kaumnya yang diketahui masih menjadi penyembah matahari dan tidak mengimani keesaan Allah SWT sebagai tuhan yang patut disembah sebab negeri mereka dihalangi oleh syaitan agar tidak mendapatkan petunjuk Allah. Oleh karena itu nabi Sulaiman as mencoba untuk membuat perundingan dengan sang ratu agar ia berkenan mendatangi istana sang nabi untuk mengenalkannya kepada ajaran islam.

Dalam kehidupan sehari-hari, surat An Naml ayat 30-31 kerap diamalkan sebagai doa pengasihan atau doa untuk menundukkan seseorang, misalnya menundukan hati seseorang agar bersikap lembut.

Pasalnya hal tersebut konon berkaitan dengan usaha nabi Sulaiman as yang berusaha menundukan ratu Saba agar ia mau mengenal ajaran Islam sebagaimana isi surat yang dikirimkannya. Namun terlepas daripada itu, surat An Naml merupakan firman Allah SWT yang terkandung dalam Alquran, apabila kita membacanya, maka tentu kita juga dianggap telah membaca Alquran. Oleh karena itu, umat muslim diperbolehkan untuk membaca ayat-ayat tersebut setiap harinya. (HAI)