Konten dari Pengguna

Pohon Mangga Dikotil Atau Monokotil? Berikut Penjelasannya dalam Biologi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penjelasan mengenai pohon mangga dikotil atau monokotil, sumber foto Jametlene Reskp on Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penjelasan mengenai pohon mangga dikotil atau monokotil, sumber foto Jametlene Reskp on Unsplash

Dalam mata pelajaran biologi kita mengenal dua jenis tanaman yaitu tanaman dikotil dan tanaman monokotil. Tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang memiliki biji berkeping dua sedangkan tumbuhan monokotil adalah tumbuhan yang memiliki biji berkeping satu. Untuk pohon mangga dikotil atau monokotil? Berikut adalah penjelasannya untuk Anda.

Pohon Mangga Dikotil Atau Monokotil? Berikut Penjelasannya dalam Biologi

Ilustrasi penjelasan mengenai pohon mangga dikotil atau monokotil, sumber foto Rajendra Biswal on Unsplash

Untuk melihat pohon mangga dikotil atau monokotil maka kita harus pahami terlebih dahulu masing-masing pengertian dari tumbuhan dikotil dan monokotil. Dikutip dari buku Biologi Interaktif Kls X IPA karya Wijaya Jati, (2007) dijelaskan bahwa tumbuhan dikotil adalah tumbuhan yang memiliki biji berkeping dua.

Untuk ciri-ciri tumbuhan dikotil antara lain sebagai berikut:

  • Memiliki biji berkeping dua

  • Membelah saat berkecambah

  • Jenis akarnya adalah akar tunggang

  • Memiliki batang bercabang-cabang

  • Tulang daunnya oval atau berjari

  • Tidak memiliki tudung akar

  • Batang berkambium

  • Memiliki xilem dan floem

Untuk contoh dari tumbuhan dikotil adalah mangga, pepaya, cempedak, sirih, belimbing, tanaman karet, pohon jarak dan masih banyak lainnya.

Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan monokotil adalah tumbuhan berbiji tunggal karena bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga. Ada beberapa ciri dari tumbuhan monokotil, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Memiliki biji berkeping satu atau tunggal

  • Memiliki kambium yang terletak diantara floem dan xilem

  • Terdapat berkas vaskuler (pembuluh angkut) pada bagian batang yang bertipe kolateral tertutup atau diantara xilem dan floem tidak memiliki kambium

  • Xilem dan floem letaknya tersebar dan tidak teratur

  • Di bagian batang dan akar tidak memiliki kambium sehingga tidak dapat terjadi pertumbuhan sekunder dan tidak akan tumbuh membesar. Akan tetapi ada juga tumbuhan monokotil yang berkambium, seperti sisal (Agave sisalana)

  • Berakar serabut

  • Pada bagian ujung akar dilindungi oleh koleoriza sedangkan ujung batangnya dilindungi oleh koleoptil

  • Secara umum monokotil berdaun tunggal kecuali jenis tanaman palem

  • Secara umum monokotil berurat daun sejajar atau melengkung dan berpelepah daun.

Untuk contoh yang termasuk jenis tumbuhan monokotil adalah jagung, bambu, padi, kangkung, rumput teki, kelapa, kunyit, jahe, anggrek pisang, dan beberapa tumbuhan lainnya.

Jadi dapat disimpulkan bahwa mangga termasuk kedalam tumbuhan dikotil atau berkeping dua. (WWN)