Prinsip Gerakan Berlari Cepat dalam Olahraga Atletik

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lari merupakan salah satu cabang olahraga atletik yang digemari banyak orang. Apalagi ada banyak cabang lari lainnya yang bisa disesuaikan dengan kemampuan. Namun, salah satu teknik dasar yang harus dikuasai para pelari adalah gerakan berlari cepat.
Oleh karena itulah, sangat penting bagi setiap pelari untuk memahami prinsip dasar dari gerakan lari cepat tersebut dengan baik. Baru dengan begitu, pelari dapat mengaplikasikannya secara langsung.
Prinsip Gerakan Berlari Cepat dan Jenis Cabang Olahraga Lari
Berikut ini adalah penjelasan tentang prinsip gerakan lari cepat dan jenis-jenis cabang olahraga lari yang menarik untuk disimak.
1. Prinsip Gerakan Berlari Cepat
Mengutip dari buku Mandiri Belajar Tematik SD/MI Kelas 2 PJOK, Nidaul Janah dan Tim Bmedia (2021:53), prinsip dasar pada lari cepat adalah sebagai berikut.
Lari pada bagian ujung kaki.
Menempuh jalan dengan kuat agar bisa mendapatkan dorongan ke depan dengan kuat juga.
Badan cenderung dicondongkan ke depan, sehingga titik berat badan selalu berada di depan.
Ayunkan lengan dengan kuat dan cepat dengan siku dilipat dan kedua tangan digenggam lemas. Tujuannya agar gerakan langkah kaki juga lebih cepat dan kuat.
Setelah berada kurang lebih berjarak 20 m dari garis start, segera lebarkan langkah dengan condong badan tetap harus dipertahankan.
Ayunan lengan dengan kecepatan dan kekuatan serta gerakan langkah kaki harus dipertahankan, bila mungkin ditingkatkan.
2. Jenis-Jenis Cabang Olahraga Lari
Adapun beberapa jenis olahraga lari berdasarkan panjang lintasannya adalah sebagai berikut.
Lari jarak pendek atau sprint, yakni cara berlari yang mengharuskan atlet menempuh jarak dengan kecepatan semaksimal mungkin dan berkecepatan penuh dengan jarak 100, 200, atau 400 m.
Lari jarak menengah, yakni lari dengan jarak 800 m dan 1.500 yang membutuhkan penguasaan terhadap kecepatan lari dan kondisi fisik yang baik.
Lari jarak jauh, yakni lari jarak 3.000, 5.000, dan 10.000 meter.
Lari maraton, yakni lari yang ditempuh sejauh 42.195 m, sehingga membutuhkan fisik yang baik.
Lari estafet, yakni lari 4x100 atau 4x400 meter sambil membawa tongkat dengan kecepatan maksimum.
Baca Juga: Macam-Macam Gerakan Melompat dalam Bidang Atletik
Itulah ulasan tentang gerakan berlari cepat yang menarik untuk dipelajari dan dipraktikkan langsung. (Anne)
