Prinsip Kerajinan Bahan Keras yang Ramah Lingkungan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerajinan bahan keras adalah kerajinan yang terbuat dari bahan-bahan solid yang keras dan sulit dibentuk. Beberapa bentuk kerajinan bahan keras antara lain kerajinan kayu, kerajinan bambu, kerajinan rotan, kerajinan kaca, dan kerajinan logam. Dalam pembuatannya, kerajinan bahan keras memiliki prinsip tersendiri yang harus diperhatikan pengrajin.
Apa saja prinsip kerajinan bahan keras tersebut? Dalam artikel berikut ini kita akan menyimak prinsip kerajinan bahan keras yang ramah lingkungan untuk Anda yang tertarik menekuni kerajinan bahan keras.
Baca juga : Pengelompokan Bahan Lunak Berdasarkan Sumbernya dalam Kerajinan Tangan
Prinsip Kerajinan Tangan Bahan Keras
Menurut buku Prakarya Kelas IX Semester 1 oleh Dewi Sri handayani Nuswantari, Sukri Faroki, Yenti Rokhmulyenti dan Sri Sarmini (Kemdikbud, 2018: 7), berikut ini adalah prinsip kerajinan tangan bahan keras yang perlu diperhatikan oleh pengrajin:
Keunikan Bahan Kerajinan
Semua bahan untuk kerajinan bahan keras dapat diperoleh dari alam maupun diolah sendiri. Limbah yang ada di lingkungan sekitar juga dapat dimanfaatkan kembali sebagai kerajinan. Setiap teknik yang digunakan dalam membuat kerajinan juga memiliki kekhasan sesuai dengan karakteristik bahan pembuat kerajinan. Seorang pengrajin harus mengetahui tekstur bahan serta alat dan teknik yang digunakan agar sesuai dengan bahan yang digunakan.
Keragaman Muatan Nilai
Pesan-pesan yang dapat diperoleh dari proses berkarya antara lain:
Produk dengan nilai fungsional.
Produk dengan nilai simbolik
Produk dengan nilai informatif
Produk dengan nilai prestise (wibawa)
Aspek Rancangan
Aspek rancangan adalah aspek yang penting dalam prinsip kerajinan bahan keras. Produk kerajinan mengandung berbagai faktor yang perlu menjadi bahan acuan dan pertimbangan. Sebelum perancangan, pengrajin perlu mengetahui faktor-faktor obyektif yang diperlukan sebelum rancangan, yaitu:
Faktor Teknis
Faktor teknis mencakup metode produksi yang handal, penerapan daya mesin atau manual, dan tingkat kemahiran sumber daya manusia.
Faktor Ekonomis
Faktor ekonomis meliputi pemasaran yang tahan persaingan, sistem pemasokan atau distribusi, kebijakan penciptaan (hak cipta), nilai jual dan keberadaan suku cadang (sumber daya bahan dan alat), serta selera masyarakat.
Faktor Ergonomis
Faktor ergonomis meliputi kenyamanan, keamanan, kesesuaian, dan kepraktisan produk kerajinan.
Faktor Sains dan Teknologi
Terdapat unsur kebaruan atau temuan baru (inovasi atau modifikasi). Selain itu, produk yang dihasilkan perlu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi.
Faktor Estetika
Aspek estetika pada suatu karya antara lain keindahan, daya pikat, keserasian, penggarapan yang rinci atau detail, perupaan atau pewarnaan, serta kesan atau gugahan yang ditampilkan.
Faktor Kondisi Lingkungan
Faktor kondisi lingkungan meliputi nilai budaya dan kondisi lingkungan atau wilayah setempat.
Itulah penjelasan mengenai prinsip kerajinan bahan keras yang ramah lingkungan. Semoga dapat menambah wawasan Anda yang berminat menekuni bidang kerajinan bahan keras. (IND)
