Profil Budi Arie Setiadi: Mantan Menteri Koperasi Indonesia

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Budi Arie Setiadi tidak bisa dilepaskan dari kiprahnya di dunia pemerintahan Indonesia. Dirinya merupakan mantan Menteri Koperasi yang pernah dipercaya mengemban tanggung jawab besar dalam mengembangkan sektor usaha kecil dan menengah.
Perjalanan kariernya berawal dari gerakan organisasi hingga akhirnya menempati posisi penting di kabinet. Membaca latar belakangnya memberi gambaran jelas tentang komitmen yang dipegangnya dalam membangun masyarakat.
Ketahui Profil Budi Arie Setiadi yang Merupakan Mantan Menteri
Budi Arie Setiadi merupakan mantan wartawan yang kemudian meniti karier di dunia politik dan pemerintahan. Budi menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada Juli 2023 hingga Oktober 2024.
Sebelumnya Budi dipercaya menjadi Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada 2019-2023. Dalam Kabinet Indonesia Merah Putih masa Presiden Prabowo Subianto, Budi ditunjuk sebagai Menteri Koperasi.
Dikutip dari buku Target Nilai 100 Ulangan Harian, Shanty dkk (2018), menteri adalah orang yang diangkat presiden untuk membantu penyelenggaraan pemerintahan. Budi lahir di Jakarta pada 20 April 1969 dan menempuh pendidikan di Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Indonesia.
Selain itu, dirinya juga menempuh program Pascasarjana Manajemen Pembangunan Sosial di kampus yang sama. Sejak masa kuliah, Budi aktif dalam gerakan mahasiswa dengan menjabat Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FISIP UI tahun 1994 serta Presidium Senat Mahasiswa UI periode 1994/1995.
Pada masa reformasi 1998, Budi bersama sejumlah aktivis melahirkan Keluarga Besar UI dan mendirikan surat kabar Bergerak. Karier jurnalistik Budi sebelumnya terbangun melalui Media Indonesia pada 1994-1996.
Dilanjutkan dengan perintisan Mingguan Ekonomi Kontan serta menjadi jurnalis Kontan pada 1996-2001. Karier politik Budi semakin berkembang dengan penunjukan sebagai Kepala Balitbang PDI Perjuangan DKI Jakarta periode 2005-2010 sekaligus menjabat Wakil Ketua DPD partai di wilayah tersebut.
Budi melaporkan kekayaan senilai Rp102,12 miliar. Kekayaan itu terdiri dari tanah dan bangunan senilai lebih dari Rp62 miliar, tiga unit mobil dengan total Rp830.000.000, surat berharga Rp24,5 miliar, serta kas dan setara kas Rp11,66 miliar. Seluruh harta tersebut tercatat sebagai kekayaan bersih tanpa utang.
Baca juga: Profil Ahmad Assegaf, Suami Tasya Farasya yang Merupakan Seorang Pebisnis
Profil Budi Arie Setiadi memperlihatkan konsistensi dalam dunia jurnalistik, gerakan sosial, hingga pemerintahan. Perjalanan karier tersebut menjadikannya salah satu tokoh yang cukup berpengaruh dalam dinamika politik Indonesia. (Gin)
