Profil Budiman Sudjatmiko Selaku Politikus dan Ketua BP Taskin

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budiman Sudjatmiko merupakan seorang politikus, aktivis, dan kini menjabat sebagai Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau BP Taskin. Oleh karena itu, banyak yang penasaran dengan profil Budiman Sudjatmiko.
Terlebih di Pemilu 2024, dirinya secara terang-terangan mendukung presiden terpilih Prabowo Subianto. Akan tetapi, saat itu, Budiman masih menjadi bagian dari Partai Demokrat Indonesia Perjuangan atau PDIP dan akhirnya dikeluarkan sebagai anggota.
Profil Budiman Sudjatmiko yang Menjabat sebagai Ketua BP Taskin
Dikutip dari buku Seri Tempo: Wiji Thukul oleh Tim Buku Tempo (2022) profil Budiman Sudjatmiko adalah seorang politikus kelahiran Cilacap, 10 Maret 1970. Masa kecilnya dihabiskan di Bogor dan menempuh pendidikan dasar di SDN Pengadilan 2 Bogor.
Sedangkan pendidikan menengah dilakukan di SMPN 1 Cilacap. Sedangkan pendidikan menengah atas dilakukan di SMAN 5 Bogor dan SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta.
Budiman mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada di Fakultas Ekonomi. Namun karena aktivitasnya sebagai pelaku aktivisme, Budiman drop out.
Nama Budiman Sudjatmiko mulai dikenal secara luas setelah membentuk Partai Rakyat Demokratik (PRD) pada 1996. Pada tahun yang sama, dirinya mendeklarasikan untuk melawan Orde Baru di bawah pemerintahan Soeharto.
Akibat aktivitasnya yang sering membahayakan pemerintah, Budiman dicap sebagai “orang yang paling berbahaya”.
Saat terjadi insiden 27 Juli 1996, nama Budiman Sudjatmiko menjadi orang pertama yang dicari pemerintah atas tuduhan sosok di balik peristiwa tersebut. Akibatnya, ia dijatuhi vonis 13 tahun penjara dan mendekam di LP Cipinang, Jakarta Timur.
Kemudian dirinya melanjutkan pendidikan setelah dipenjara di Universitas London. Selanjutnya, Budiman mengenyam pendidikan S2 jurusan Hubungan Internasional di Universitas Cambridge, Inggris.
Setelah meraih gelar magister, Budiman memilih bergabung ke PDI Perjuangan dan tidak mengembnangkan partai yang dibuatnya PRD. Menurutnya, PDI Perjuangan dan PRD memiliki ideologi yang sama-sama membela rakyat kecil.
Hasilnya, Budiman berhasil mendapat kursi di Senayan pada Pemilu 2009 dan menempati posisi Komisi II DPR RI. Pada Pemilu 2014, dirinya kembali mendapatkan kursi DPR RI setelah mendapat 68.861 suara.
Akan tetapi pada Pemilu 2024, PDI Perjuangan memecat Budiman Sudjatmiko akibat mendukung Prabowo Subianto. Padahal PDI Perjuangan mengusung Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.
Setelah Prabowo Subianto memenangkan Pilpres 2024, Budiman Sudjatmiko menjabat sebagai Ketua Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau BP Taskin sebagai lembaga mendukung percepatan pengentasan kemiskinan.
Baca Juga: Profil Nur Afifah Balqis, Politisi Muda Asal Balikpapan dari Partai Demokrat
Demikian informasi tentang profil Budiman Sudjatmiko yang kini menjabat sebagai Ketua BP Taskin. Semoga informasi di atas dapat menambah wawasan tentang profil politisi-politisi di Indonesia.(MZM)
