Profil Ibnu Katsir, Seorang Cendekiawan Muslim dalam Bidang Ilmu Tafsir

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilmu tafsir merupakan bidang ilmu yang sudah ada sejak lama, ilmu ini mempelajari mengenai cara untuk memahami atau menafsirkan apa yang ada di dalam Al-Quran terutama mengenai makna dari setiap surat yang ada di dalam Al-Quran. Dengan adanya ilmu tafsir ini maka umat muslim akan terbantu dan lebih mudah dalam memahami isi wahyu Allah SWT karena jika tidak ditafsirkan maka tidak semua umat muslim bisa memahami apa yang disampaikan oleh Allah SWT kepada seluruh umatnya yang ada di dunia.
Ilmu tafsir juga sangat membantu manusia karena dengan adanya ilmu tafsir maka tidak ada salah pemaknaan dari apa yang ada di dalam Al-Quran. Salah satu cendekiawan muslim dalam bidang ilmu tafsir adalah Ibnu Katsir yang sudah tidak bisa diragukan lagi keilmuannya dalam bidang ini. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai profil dari Ibnu Katsir.
Profil Ibnu Katsir, Seorang Cendekiawan Muslim dalam Bidang Ilmu Tafsir
Seperti sudah disinggung di atas bahwa Ibnu katsir merupakan seorang cendekiawan muslim dalam bidang ilmu tafsir. Dikutip dari buku Tafsir Kewajiban Dakwah karya Kabir Al Fadly Habibullah, (2022) dijelaskan bahwa Ibnu Katsir lahir di desa Mijdal yang berada di kawasan Basrah yang kemudian juga menjadi predikat beliau sebagai al-Bushrawi atau orang yang berasal dari Basrah. Ibnu Katsir lahir di lingkungan keluarga terhormat.
Ayahnya seorang ulama terkemuka bernama Syihab ad-Din Abu Hafs Amr ibn Katsir Ibn Dhau ibn Dara' al-Qurasyi. Beliau pernah mendalami mazhab Hanafi dan hijrah menganut mazhab Syafi'i setelah menjadi khatib di Bashrah.
Kecerdasan Ibnu Katsir sudah terlihat sejak kecil, dimana pada masa awal pendidikannya Ibnu Katsir sudah mampu menyelesaikan hafalan Al-Quran di usia 11 tahun. Tidak hanya itu, Ibnu Katsir langsung memperdalam ilmu Qiraat kepada Ibnu Timiyah yang merupakan salah satu ulama besar dari Turki.
Ibnu Katsir sangat beruntung pindah ke Damaskus bersama kakak yang mengasuhnya. Sebab, di kota inilah ia bertemu banyak ulama terkenal dan ahli dalam beberapa bidang ilmu pengetahuan. Hal itu pula yang sangat membantu Ibnu Katsir dalam mengembangkan pengetahuannya.
Selain Ibnu Timiyah, salah satu gurunya adalah Burhan al-Din al-Fazari, yang menjadi mentor utamanya. Ibnu Katsir kemudian belajar hadis dari dua orang guru, yaitu Syeikh Najm al-Din ibn al- ‘Asqalani dan Syhihab al-Din al-Hajjar atau Ibnu al-Syahnah. Sedangkan di bidang sejarah, ia belajar langsung dari sejarawan Kota Syam, yang bernama al-Hafizh al-Birzali.
Ibnu Katsir terkenal berkat pemikirannya dalam menafsirkan setiap ayat Al-Quran. Metode yang digunakannya adalah dengan menafsirkan seluruh ayat di dalam Alquran sesuai dengan susunannya. Setiap ayat akan dikelompokkan berdasarkan urutannya atau yang dianggap saling berkaitan. Setiap penafsiran Ibnu Katsir selalu didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW. Tidak heran jika seorang Ibnu Katsir termasuk ke dalam cendekiawan muslim dalam bidang ilmu tafsir.
Jadi itu adalah profil cendekiawan muslim dalam bidang ilmu tafsir yaitu Ibnu Katsir. (WWN)
