Profil Ibu Sumarsih: Pencari Keadilan untuk Anaknya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perjalanan menegakkan keadilan di Indonesia tidak pernah bisa dilepaskan dari sosok-sosok gigih yang berdiri membela kebenaran. Salah satu nama yang tidak bisa diabaikan adalah M. Katarina Sumarsih. Banyak yang penasaran dengan profil Ibu Sumarsih.
Seorang ibu yang kehilangan putranya, Wawan dengan nama lengkap Benardinus Realino Norma Irawan dalam tragedi kelam Semanggi I di tahun 1998. Kehilangan itu benar-benar dalam, tapi justru jadi titik awal perjuangan Sumarsih untuk menuntaskan kasus ini.
Profil Ibu Sumarsih yang Selalu Hadir di Aksi Kamisan
Profil Ibu Sumarsih tak bisa dilepaskan dari nama Wawan, mahasiswa Atma Jaya Jakarta. Wawan meninggal tertembak pada 13 November 1998, saat membantu korban aksi penolakan Sidang Istimewa MPR. Kepergian Wawan meninggalkan luka dalam untuk Sumarsih.
Namun, Sumarsih tidak larut dalam kesedihan. Tragedi itu jadi sumber kekuatan baru untuk memperjuangkan keadilan, bukan cuma untuk anaknya sendiri, tapi juga untuk semua korban pelanggaran HAM berat di Indonesia.
Sumarsih bersama keluarga korban dan para aktivis HAM konsisten hadir di Aksi Kamisan. Dengan pakaian dan payung serba hitam, berdiri diam di depan Istana Negara. Simbol duka, simbol tuntutan yang tidak pernah padam.
Mengutip dari buku Revolusi Senja, Korry El-Yana, (2021), aksi kamisan merupakan aksi damai sejak 18 Januari 2007 dari para korban maupun keluarga korban pelanggaran Hak Asasi Manusia yang ada di Indonesia.
Setiap ada kesempatan, Sumarsih selalu bilang, penyelesaian kasus HAM itu syarat utama untuk demokrasi agar benar-benar bisa berjalan. Menurut Sumarsih, tanpa keadilan untuk korban, Indonesia belum sepenuhnya bebas dari masa lalu kelam.
Atas kegigihannya, Sumarsih pernah dapat Yap Thiam Hien Award. Walaupun begitu, Sumarsih tetap rendah hati, dan bilang penghargaan itu didedikasikan untuk Wawan. Sumarsih tidak mencari pengakuan pribadi, tujuannya cuma satu, menegakkan nilai kemanusiaan dan mendorong negara bertanggung jawab.
Baca juga: Profil Timo Tjahjanto dan Daftar Filmnya Bergenre Horor dan Aksi
Itulah sedikit informasi dari profil Ibu Sumarsih. Usia Sumarsih memang tidak muda lagi, tapi tetap teguh memperjuangkan keadilan. Sosoknya jadi inspirasi bahwa perjuangan itu tidak boleh berhenti meskipun jalannya panjang dan penuh rintangan. (RIZ)
