Profil Perusahaan CDIA Milik Pengusaha Prajogo Pangestu

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil perusahaan CDIA menarik perhatian karena kiprahnya yang konsisten dalam mendorong inovasi dan pengembangan teknologi di sektor digital. Dengan profil, rekam jejak yang kuat, dan visi jangka panjang, perusahaan ini terus berkembang dalam bidang industri.
CDIA mungkin belum banyak dikenal secara luas, tapi perusahaan ini punya kontribusi besar di bidang transformasi digital. Di balik nama tersebut, tersimpan misi dan perjalanan bisnis yang inspiratif.
Profil Perusahaan CDIA dari Grup Chandra Asri Milik Prajogo Pangestu
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) adalah lengan investasi infrastruktur Grup Chandra Asri (TPIA) yang didirikan pada 8 Februari 2023. Profil perusahaan CDIA dikenal sebagai holding yang berinvestasi pada empat pilar penting dalam industri.
Pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) adalah Prajogo Pangestu. Berdasarkan buku Strategi Sukses 20 CEO di Indonesia, Eagle Oseven, (2020), Prajogo Pangestu dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses dan paling berpengaruh di Indonesia.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memiliki empat pilar bisnis utama yang menjadi sumber pendapatan dan aset kunci perusahaan. Pilar-pilar tersebut adalah:
1. Pilar Energi
Dikelola oleh PT Krakatau Chandra Energi (KCE). Berfungsi untuk memasok listrik ke Kawasan Industri Krakatau (KIK) Cilegon, Banten. Melayani 216 pelanggan industri/bisnis/sosial/pemerintah dan 1.609 pelanggan rumah tangga.
2. Pilar Logistik
Dikelola oleh PT Chandra Shipping International (CSI) & PT Marina Indah Maritim (MIM). Memiliki armada dalam bentuk 7 kapal pengangkut bahan kimia & gas (kapasitas 5.000-8.600 DWT).
3. Pilar Kepelabuhanan dan Penyimpanan
Dikelola oleh PT Redeco Petrolin Utama (RPU) dan entitas terkait. Dengan fasilitas dermaga untuk kapal hingga 35.000 DWT, 72 tangki penyimpanan (total kapasitas ±130.000 m³), dan platform digital untuk pemesanan dan pengambilan produk.
4. Pilar Air
Dikelola oleh PT Krakatau Tirta Industri (KTI) (entitas asosiasi). Menyediakan dan mengelola air bersih di Cilegon & Gresik. Kapasitas pengolahannya adalah >3.400 liter/detik.
Dari sisi keuangan, kinerja CDIA di tahun 2024 menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pendapatan perusahaan mencapai US$102,25 juta, naik dari US$75,76 juta pada 2023.
Laba bersih perusahaan melonjak menjadi US$32,69 juta, jauh meningkat dibandingkan US$1,87-1,89 juta di tahun sebelumnya. Total aset mencapai sekitar US$1,07 miliar, dengan liabilitas sebesar US$328 juta, seiring peningkatan aset tidak lancar menjadi US$812,75 juta.
CDIA berperan penting dalam ekosistem Barito dan Chandra Asri. Alasannya karena memiliki integrasi vertikal dan layanan utilitas seperti listrik, air, pelabuhan, dan logistik yang menopang rantai pasok industri petrokimia dan energi, sekaligus melayani pasar di luar grup.
Baca Juga: Profil Prajogo Pangestu, Pengusaha yang Jadi Orang Terkaya di Indonesia
Dari pembahasan tentang profil perusahaan CDIA, bisa dipelajari bahwa kesuksesan adalah tentang produk atau layanan, sekaligus visi, nilai, dan konsistensi. CDIA membuktikan bahwa perusahaan lokal pun bisa punya dampak besar dalam dunia digital yang kompetitif. (DNR)
