Profil Pradewi Tri Chatami, Editor dan Penerjemah yang Aktif Mendiskusikan Buku

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Profil Pradewi Tri Chatami cukup menarik untuk diulik karena sepak terjangnya yang masif di dunia literasi. ia dikenal sebagai editor dan penerjemah yang telah melahirkan banyak karya tulis berkualitas untuk dibaca khalayak luas.
meskipun bekerja di balik layar, Pradewi juga sering hadir sebagai pembicara di berbagai forum diskusi literasi. hal ini menyiratkan bahwa ia sosok yang literat dan kritis dalam menikmati bahan bacaan.
Mengenal Profil Pradewi Tri Chatami
Profil Pradewi Tri Chatami bisa dilihat dari berbagai aspek, terutama dari segi pendidikan dan pekerjaannya sebagai editor yang membentuk dirinya menjadi seperti yang sekarang. Adapun sekilas tentang profil tersebut bisa disimak di bawah ini.
1. Pendidikan
Mengutip buku Masih Ada Puisi: Antologi Puisi Penyair UIN Bandung oleh Penyair UIN Bandung (2015), Pradewi tri Chatami lahir di Bandung, 10 April 1987.
Dirinya pernah mengenyam pendidikan di jurusan Psikologi, UIN Bandung selama dua tahun. Lalu, pindah ke jurusan Antropologi di Universitas Padjajaran.Setelah sembilan tahun mengenyam bangku S1, akhirnya ia berhasil menyandang gelar sarjana.
2. Menulis di Media Massa
Selain menjadi editor dan penerjemah, Pradewi aktif menuangkan pemikiran dan gagasannya melalui puisi dan esai yang tersebar di berbagai media online. Beberapa tulisannya dimuat di website mojok.co, bacapetra.co, geotimes.id, haripuisi.com, sastra-indonesia.com, dan lainnya.
Karyanya berkutat pada isu-isu sosial, moral, dan budaya. Selain itu, puisi-puisi dan cerpennya juga beberapa kali dimuat di kolom Pikiran Rakyat, Jurnal Sajak, dan Jurnal Sastra Santarang.
Pradewi juga menulis di Medium, salah satu platform menulis yang populer di dunia. Melalui platform tersebut, ia menumpahkan segala keresahan yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya.
Tulisan-tulisannya banyak membahas tentang pengalaman pribadi dan keluarganya. Meskipun bercerita tentang pengalaman pribadi, tetapi tetap disajikan secara kritis dan reflektif.
3. Menjadi Editor dan Penerjemah
Pradewi menerjemahkan banyak karya tulis, terutama yang berasal dari Amerika Latin. Beberapa karya yang diterjemahkan dan dieditori Pradewi yaitu:
Leila Khaled: Kisah Perjuangan Perempuan Palestina oleh Sarah Irving (2016)
Tempat Terbaik di Dunia: Pengalaman Seorang Antropolog Tinggal di Kawasan Kukuh Jakarta oleh Roanne Van Voorst (2018)
Yang Terlupakan dan Dilupakan oleh Rain Chudori, dkk. (2021)
Metode Jakarta: Amerika Serikat, Pembantaian 1965, dan Dunia Global Kita Sekarang oleh Vincent Bevins (2022)
4. Aktif menjadi Pembicara
Pradewi tidak hanya bekerja di balik keyboard laptop. Ia sering diundang menjadi pembicara dan membahas berbagai isu sosial dan kebudayaan di berbagai forum. Selain mengisi seminar, ia juga aktif menjadi narasumber di lokakarya maupun diskusi buku.
Baca juga: Profil Habib Jafar, Pendakwah dan Penulis yang Populer di Indonesia
Profil Pradewi Tri Chatami yang dijelaskan di atas menggambarkan bahwa ia sosok pecinta buku. Selain berkarya, ia juga banyak membaca karya dari para penulis tersohor dari seluruh dunia. (DLA)
