Konten dari Pengguna

Profil Ram Chandra Poudel, Mantan Wakil Perdana Menteri Nepal

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Profil Ram Chandra Poudel, Foto: Unsplash/Natalia Darmoroz.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Profil Ram Chandra Poudel, Foto: Unsplash/Natalia Darmoroz.

Profil Ram Chandra Poudel mencuri perhatian setelah memutuskan untuk mundur dari jabatannya seusai kerusuhan pecah dalam aksi demonstrasi di ibu kota Nepal, Kathmandu.

Aksi demonstrasi dilakukan secara besar-besaran yang berlangsung selama dua hari. Demo ini dipelopori oleh anak-anak muda yang protes dengan kebijakan dan kasus korupsi yang ada di Nepal.

Profil Ram Chandra Poudel: Perjalanan Politik hingga Kursi Presiden

Ilustrasi Profil Ram Chandra Poudel, Foto: Unsplash/Paper Trident.

Profil Ram Chandra Poudel (lahir 15 Oktober 1944) mencuri perhatian publik. Poudel adalah seorang politisi Nepal yang pernah menjadi pemimpin senior Partai Kongres Nepal sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden ketiga Nepal.

Dikutip dari buku The Statesman's Yearbook 2025 karya Palgrave Macmillan (2025: 810), Poudel menjabat sebagai presiden pada 9 Maret 2023.

Orang tua Ram Chandra Poudel adalah Hrishi Maya Paudel (ibu) dan Durga Prasad Paudel (ayah). Poudel menikah dengan Sabita Paudel dan dari pernikahan tersebut dikaruniai lima orang anak, terdiri dari empat putri dan satu putra.

Berasal dari keluarga petani kelas menengah, Paudel awalnya tinggal di Vyas-8 Belthumki, Tanahun, sementara alamat tempat tinggalnya saat ini berada di Kathmandu-16, Bohoratar Balaju.

Poudel menempuh pendidikan di Balmiki Vidyapeeth Kathmandu dan meraih gelar Sarjana Sansekerta (Shastri) pada tahun 1967. Kemudian, Paudel melanjutkan studi dan berhasil memperoleh gelar Magister Seni (MA) dari Universitas Tribhuvan pada tahun 1970.

Ram Chandra Poudel sejak muda aktif terjun dalam pergerakan politik Nepal. Poudel turut serta dalam aksi menentang kudeta Raja, pembubaran parlemen pertama, hingga pemenjaraan para pemimpin politik.

Pada awal kariernya, Poudel menjabat sebagai Presiden Asosiasi Pelajar Sansekerta Nepal dan ikut serta dalam Konferensi Kathmandu tahun 1962.

Empat tahun kemudian, pada 1966, ia dipercaya sebagai Presiden Pendiri Gandaki Chhatra Sangh, sebuah organisasi persatuan pelajar di wilayah Gandaki.

Saat menjadi mahasiswa, Poudel mendirikan beberapa serikat pelajar, di antaranya Nandiratri Mavi Vidyarthi Sangh dan Ranipokhari Mavi Vidyarthi Sangh.

Peran politiknya semakin menonjol ketika ia memimpin Komite Publisitas dan Kampanye Politik Distrik Tanahu pada tahun 1980, yang saat itu berjuang mendukung sistem multipartai dan berhasil membawa kubu multipartai meraih kemenangan dalam referendum nasional.

Karier politik Poudel berlanjut dengan duduk di kursi parlemen serta dipercaya memegang berbagai jabatan penting, termasuk sebagai menteri.

Pada 1994–1998, Poudel menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, kemudian menjadi Koordinator Komite Kepercayaan dan Pembangunan Perdamaian Tingkat Tinggi (2006–2007).

Poudel juga menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Nepal pada 1999–2002, dan Menteri Perdamaian serta Rekonstruksi pada periode 2007–2008, sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden Nepal.

Baca Juga: Profil Abdul Kadir Karding, Menteri P2MI yang Kena Reshuffle

Itulah profil Ram Chandra Poudel, mantan wakil Perdana Menteri Nepal yang dikenal dengan gaya kepemimpinannya yang kontroversial hingga akhirnya mundur dari jabatan karena adanya demonstrasi. (Umi)