Konten dari Pengguna

Promosi Konvensional: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Promosi konvensional adalah, sumber: unsplash/BenMuillins
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Promosi konvensional adalah, sumber: unsplash/BenMuillins

Promosi konvensional adalah salah satu teknik marketing. Teknik ini kerap digunakan di berbagai perusahaan untuk mempromosikan produk atau layanannya kepada konsumen.

Meskipun promosi digital telah masif digunakan, tetapi metode konvensional masih memiliki tempat tersendiri di hati para pengusaha. Kekuatan pemasaran tersebut bahkan tidak kalah dari promosi digital, sehingga masih efektif diterapkan hingga sekarang.

Pengertian Promosi Konvensional

Ilustrasi Promosi konvensional adalah, sumber: unsplash/BerkeleyCommunications

Mengutip buku Kewirausahaan, Fibria Anggraini, dkk (2022), promosi konvensional adalah salah satu strategi yang digunakan oleh perusahaan untuk memasarkan produk atau jasanya melalui media tradisional.

Metode pemasaran ini masih cukup populer di kalangan para pebisnis karena biayanya lebih terjangkau dibandingkan teknik promosi digital.

Walaupun peminatnya masih tinggi, perusahaan harus tetap memperhatikan preferensi dan kebutuhan konsumen saat memilih media yang digunakan. Hal ini bersifat krusial agar kampanye yang dilakukan bisa mencapai target dengan lebih efisien.

Ciri-Ciri Promosi Konvensional

Ilustrasi Promosi konvensional adalah, sumber: unsplash/AustenDistel

Promosi konvensional memiliki sejumlah ciri yang membedakannya dengan teknik promosi lainnya. Beberapa ciri-ciri tersebut di antaranya sebagai berikut:

  • Menggunakan media tradisional, seperti media cetak, televisi, dan lain-lain.

  • Strategi pemasarannya lebih luas, sehingga memungkinkan para pelanggan baru untuk lebih dekat hingga menggunakan produk tersebut.

  • Memperkuat kredibilitas perusahaan, sehingga konsumen bisa lebih percaya dan tidak ragu menggunakan produk tersebut berulang kali.

  • Berfokus pada branding dengan cara menerapkan iklan yang terorganisir untuk mencapai tujuan penjualan.

Contoh Promosi Konvensional

Ilustrasi Promosi konvensional adalah, sumber: unsplash/DimitryKalastelev

Contoh promosi konvensional sangat banyak jenisnya. Berikut ini beberapa contoh promosi konvensional yang masih kerap dijumpai.

  • Iklan di media cetak: Iklan di koran, brosur, majalah,atau pamflet.

  • Iklan di media elektronik: Iklan yang diputar di televisi atau radio.

  • Iklan luar ruangan: Iklan yang terpajang di poster, billboard, dan spanduk di tempat-tempat umum.

  • Pameran dan event: Pameran dagang atau promosi yang dilakukan untuk memperkenalkan produk atau layanan kepada calon pelanggan.

  • Direct mail: Mengirimkan katalog, brosur, atau surat promosi langsung ke kediaman pelanggan potensial.

  • Telemarketing: Menghubungi pelanggan potensial melalui telepon untuk mengenalkan produk atau layanan dari perusahaannnya.

Baca juga: Sounding dalam Marketing sebagai Strategi Promosi

Secara umum, promosi konvensional adalah promosi yang mengandalkan teknik manual untuk memasarkan produknya. Dengan begitu, maka produk yang dijual bisa laris di pasaran dan perusahaan memperoleh laba. (DLA)