Proses Berdirinya Kerajaan Mataram beserta Daftar Benda Peninggalannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana proses berdirinya Kerajaan Mataram? Pertanyaan ini menjadi salah satu bahasan yang disajikan dalam mata pelajaran Sejarah. Dalam materi ini, siswa diperkenalkan mengenai kerajaan-kerajaan yang sempat berdiri di Indonesia.
Selama berdiri, kerajaan ini membangun berbagai macam bangunan yang kemudian menjadi benda dan bangunan bersejarah. Salah satu peninggalannya adalah Prasasri Kalasan.
Mengenal Bagaimana Proses Berdirinya Kerajaan Mataram dan Peninggalannya
Kerajaan Mataram merupakan kerajaan bercorak Hindu Buddha. Mengutip buku Sejarah untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas Program Bahasa, Nana Supriatna (2008: 12), Kerajaan Mataram Kuno merupakan kerajaan bercorak Hindu Buddha pada abad ke-8 sampai abad ke-11 M.
Kerajaan Mataram memiliki sejarah berdiri yang cukup panjang. Bagaimana proses berdirinya kerajaan Mataram?
Mengutip dari dalam buku berjudiul Sejarah Kerajaan-Kerajaan Jawa Kuno dari Abad 4 –15 Masehi, Ria Ristiningsih (2023: 118), Kerajaan Mataram Kuno atau yang juga dikenal sebagai kerajaan Medang didirikan oleh raja Sanjaya yang juga sebagai raja pertama.
Waktu berdirinya kerajaan Mataram kuno ini tidak diketahui secara pasti sebab keterbatasan data yang tersedia. Sumber data tertua dari jejak berdirinya kerajaan Mataram adalah Prasasti Canggal yang berasal dari tahun 732 M yang dikeluarkan Sanjaya.
Prasasti ini berisi mengenai pembangunan bangunan suci dan lingga di sebuah bukit. Bangunan suci ini dikaitkan dengan Candi Gunung Wukir yang ada di Magelang. Mulanya, kerajaan ini memiliki pusat pemerintahan di Jawa Tengah, namun pada abad ke 10, pusat pemerintahan kerajaan dipindah ke wilayah Jawa Timur.
Dikutip dari dalam buku berjudul Manusia Indonesia, Alam & Sejarahnya, Noor Hidayati, S.Pd., M.Pd., Huriyah, S.Pd., M.Pd. (2021: 250), pada masa akhir Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah, Mpu Sindok memindahkan pusat pemerintahan Mataram Kuno ke Jawa Timur.
Tokoh yang dikenal dengan nama Mpu Sindok ini adalah menantu dari Raja Wawa. Raja Wawa adalah seorang raja terakhir dari Kerajaan Mataram. Perpindahan pusat pemerintahan ini dilakukan sebab adanya berbagai penyakit dan kegagalan pertanian yang dialami oleh Kerajaan Mataram Kuno.
Kemudian di Jawa Timur dinasti dari Kerajaan Mataram Kuno membentuk keluarga Isyana atau Wangsa Isyana Jawa Timur. Setelah kerajaan ini hancur, terdapat berbagai benda bersejarah yang ditinggalkannya. Berikut ini adalah daftar benda peninggalan bersejarah dari Kerajaan Mataram Kuno:
Candi Borobudur.
Candi Prambanan.
Candi Mendut.
Prasasti Canggal.
Prasasti Sojomerto.
Prasasti Ratu Boko.
Baca juga: 7 Prestasi Besar Sultan Agung Selama Memerintah Kerajaan Mataram
Pembahasan ringkas mengenai bagaimana proses berdirinya Kerajaan Mataram ini dapat dijadikan sebagai pengetahuan yang bermanfaat khususnya mengenai sejarah kerajaan di Indonesia. (DAP)
