Konten dari Pengguna

Proses dan Tempat Pembentukan Sel Darah Merah dalam Tubuh

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Sel Darah Merah. (Foto: allinonemovie by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sel Darah Merah. (Foto: allinonemovie by https://pixabay.com)

Darah merupakan cairan tubuh yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Pada tubuh, darah bersirkulasi dalam jantung dan pembuluh darah membawa oksigen dan nutrisi bagi seluruh sel dalam tubuh serta mengangkut produk-produk hasil metabolisme. Salah satu komponen darah yang memiliki fungsi dalam transportasi oksigen adalah sel darah merah atau eritrosit. Di mana tempat pembentukan sel darah merah di tubuh manusia?

Sel darah merah merupakan jenis sel darah yang paling dominan dalam tubuh. jumlah sel darah merah pada manusia dewasa normal adalah 4-5 juta/mL. Setelah mengetahui fungsi penting sel darah merah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai proses dan tempat pembentukan sel darah merah di tubuh manusia.

Proses dan Tempat Pembentukan Eritrosit, Sel Darah Merah

Ilustrasi Sel Darah Merah. (Foto: vector8DIY by https://pixabay.com)

Dikutip dari buku Mengenali Sel-sel Darah dan Kelainan Darah yang ditulis oleh Novi Khila Firani (2018: 15), tempat pembentukan sel darah merah di tubuh manusia terjadi dalam sumsum tulang. Proses pembentukan sel darah merah berawal dari pronormoblas atau proeritroblas. Pronormoblas akan membelah diri beberapa kali, kemudian membentuk banyak sel darah merah yang matang.

Sel-sel generasi pertama yang dihasilkan disebut basophil normoblas, karena dapat diwarnai dengan pewarna dasar atau basic dyes. Pada tahap ini, sel telah membentuk sedikit hemoglobin untuk mengikat oksigen dan membentuk bulatan pada sel darah.

Pada generasi selanjutnya, yaitu polikromatofilik normoblast dan ortokromatik normoblast, sel-sel menjadi penuh dengan hemoglobin hingga konsentrasi sekitar 34%. Selanjutnya, inti sel atau nucleus terkondensasi atau menjadi ukuran kecil, dan sisa inti sel akhirnya diserap atau diekstrusi dari sel. Pada saat yang sama, retikulum endoplasma juga diserap. Sel-sel pada tahap ini disebut retikulosit, karena masih mengandung sejumlah kecil bahan basofilik.

Selama tahap retikulosit, sel-sel berpindah dari sumsum tulang masuk ke dalam pembuluh darah kapiler dengan cara diapedesis. Bahan basofilik yang tersisa di retikulosit akan menghilang dalam 1–2 hari, dan sel kemudian menjadi sel darah merah atau eritrosit yang matang. Pada tahap akhir, sel sudah tidak mengandung inti sel yang disebut eritrosit. (CHL)