Proses Kedatangan Islam ke Indonesia Berdasarkan Teori Gujarat dan Buktinya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Islam menjadi agama yang paling banyak dianut rakyat Indonesia. Sejarah datangnya Islam ke Indonesia sendiri ada beberapa macam, salah satunya Teori Gujarat. Jelaskan proses kedatangan islam ke Nusantara berdasarkan Teori Gujarat.
Meski belum diketahui secara pasti bagaimana Islam berkembang di Indonesia, Teori Gujarat menjadi salah satu yang banyak diperbincangkan. Terlebih, terdapat beberapa bukti yang menguatkan teori yang satu ini.
Proses Kedatangan Islam ke Indonesia Berdasarkan Teori Gujarat
Dikutip dari buku Pasang Surut Runtuhnya Kerajaan Hindu-Buddha dan Bangkitnya Kerajaan Islam di Nusantara, Rizem Aizid (2022), jawaban dari pertanyaan jelaskan proses kedatangan islam ke Nusantara berdasarkan Teori Gujarat yakni:
Menurut Teori Gujarat, Islam masuk ke Nusantara berasal dari pedagang asal Gujarat, India pada abad ke-13. Sejarawan yang mendukung teori ini seperti Pijnappel, G.W.J. Drewes, dan dikembangkan oleh Snouck Hurgronje.
Bahkan, Snouck Hurgronje berpendapat ada tiga alasan yang memperkuat Teori Gujarat, yaitu:
Kurangnya fakta yang menjelaskan peranan bangsa Arab dalam penyebaran Islam di Indonesia.
Indonesia dan India telah menjalin hubungan dagang sejak lama melalui jalur Indonesia-Cambay-Timur Tengah-Eropa.
Ditemukannya inskripsi tertua di Sumatra pada 1297 M. Inskripsi tersebut memberikan gambaran tentang hubungan antara Sumatra dan Gujarat. Adapun inskrisp tersebut adalah sebuah batu nisan Sultan Samudera Pasai, yaitu Malik Al-Saleh.
Bukti Kedatangan Islam ke Indonesia Berdasarkan Teori Gujarat
Teori Gujarat semakin diperkuat dengan adanya beberapa bukti yang telah ditemukan, di antaranya:
1. Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik Jawa Timur
Batu Nisan di Pasai dan makam Maulana Malik Ibrahim yang wafat pada tahun 1419 M di Gresik memiliki bentuk yang sama.
Moquetta, salah satu sejarawan pendukung teori Gujarat menyimpulkan bahwa batu nisan di Gresik tersebut diimpor dari Gujarat, atau dibuat oleh orang Gujarat. Dengan demikian, temuan ini meruntuhkan teori lainnya, terutama teori Makkah.
2. Keterangan Marcopolo
Marcopolo, seorang penjelajah dari Venesia, Italia memberikan keterangan bahwa dirinya pernah singgah di Perlak pada tahun 1292. Saat tersebut, penduduknya sudah memeluk Islam dan ada banyak pedagang Islam berasal dari India.
Kelemahan Teori Gujarat
Meskipun berbagai sejarawan dan ditemukannya bukti bahwa Teori Gujarat, akan tetapi teori ini tak lepas dari kelemahan, di antaranya:
Tidak dijelaskan antara masuk dan berkembangnya Islam.
Kerajaan Samudera Pasai menganut mazhab Syafi'i, sedangkan orang-orang muslim Gujarat penganut mazhab Hanafi.
Ketika islamisasi Samudera Pasai, Gujarat masih merupakan sebuah Kerajaan Hindu, baru satu tahun kemudian Gujarat ditaklukkan oleh kekuasaan Muslim.
Baca Juga: Sejarah Awal Mula Masuknya Islam di Nusantara beserta Teorinya
Itulah penjelasan dari jelaskan proses kedatangan islam ke Nusantara berdasarkan Teori Gujarat. Di samping kelebihan dan kelemahan teori ini, akan tetapi teori ini menjadi salah satu bukti sejarah panjang datangnya Islam di Indonesia.(MZM)
