Konten dari Pengguna

Proses Masuknya Agama Katolik dan Kristen di Indonesia

Berita Terkini
Penulis kumparan
22 Juni 2023 20:13 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi proses masuknya agama Katolik dan Kristen di Indonesia, sumber foto: RDNE Stock project/Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi proses masuknya agama Katolik dan Kristen di Indonesia, sumber foto: RDNE Stock project/Pexels.com
ADVERTISEMENT
Indonesia merupakan negara yang beragam. Ada banyak suku, ras, dan agama di Indonesia. Meski mayoritas bergama Islam, namun ada agama lain seperti Katolik dan Kristen. Lalu, bagaimana proses masuknya agama Katolik dan Kristen di Indonesia?
ADVERTISEMENT
Proses masuknya agama tersebut melalui sejarah yang panjang di Indonesia. Di mana agama-agama tersebut pada awalnya dibawa oleh bangsa barat yang datang ke Indonesia.

Proses Masuknya Agama Katolik dan Kristen

Ilustrasi proses masuknya agama Katolik dan Kristen di Indonesia, sumber foto: Iqbal Kurniawan/Pexels.com
Dikutip dari buku IPS Terpadu karya Sri Pujiastuti dkk., (Esis) dijelaskan bahwa proses masuknya agama Katolik dan Kristen di Indonesia pertama kali dibawah oleh bangsa Barat. Hal tersebut sesuai dengan tujuan mereka saat menjelajah yaitu 3G.
3G terdiri dari Gold yang artinya kekayaan, glory yang artinya kejayaan dan gospel yang artinya agama. Di mana pada tahun 1321 seorang pastor bernama Odorico d Pardonone pernah singgah di Sumatera, Kalimantan dan Jawa.
Dalam perjalanannya dia juga pernah singgah di beberapa kerajaan, seperti Kerajaan Majapahit dan Bandar Lamuri di Aceh. Kemudian pada tahun 1347 seorang pastor lain bernama Joao de Marignolli juga pernah datang ke Indonesia dan menyinggahi Samudera Pasai.
ADVERTISEMENT
Pada bulan Juni 1546 seorang pastor asal Spanyol bernama Fransiskus Xaverius datang bersama sebuah kapal dagang dari Portugis. Dia singgah di Malaka kemudian berkunjung ke daerah Ternate, Tidore dan Halmahera.
Fransiskus Xaverius kemudian menghadapi kenyataan bahwa Portugis telah menghambat proses penyebaran agama Katolik dan Kristen di Indonesia. Hal tersebut disebabkan karena sikap kasar para orang Portugis kepada masyarakat Indonesia.
Padahal secara mendasar ajaran agama Katolik dan Kristen mengajarkan untuk selalu damai dan penuh cinta kasih. Meski begitu dia terus berkarya hingga pada bulan April 1547 dan sudah banyak orang yang dibaptis menjadi orang Katolik.
Pada tahun 1923 didirikan sebuah keuskupan yang meliputi wilayah Riau di Pulau Bangka dan Belitung. Pada tahun yang sama keuskupan baru dibentuk di daerah Padang. Kemudian di Bengkulu dibentuk keuskupan pada tahun 1927.
ADVERTISEMENT
Sejak saat ini agama Katolik dan Kristen terus berkembang hingga saat ini. Hingga pada akhirnya kedua agama tersebut menjadi agama terbesar kedua di Indonesia setelah agama Islam.
Demikian ulasan mengenai sejarah proses masuknya agama Katolik dan Kristen di Indonesia. (WWN)