Proses Pemberian Isian pada Motif Batik dan Urutan Membuatnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam membuat batik, terdapat 2 macam metode yang sering digunakan, yakni batik tulis dan batik cap. Salah satu proses dalam membuat batik tulis yakni proses pemberian isian pada motif batik yang sudah tersedia disebut dengan ngiseni.
Selain proses tersebut, terdapat beberapa tahapan lainnya dalam membuat batik tulis. Inilah yang membuat batik tulis tidak sama satu sama lain dan memiliki harga relatif mahal.
Proses Pemberian Isian pada Motif Batik
Dikutip dari buku Ragam Praktik Batik, Trisnawati (2020), batik tulis adalah salah satu jenis proses produksi batik yang teknik pembuatan motifnya langsung ditulis secara manual. Alat untuk menulisnya biasa disebut canting yang terbuat dari tembaga dengan gagang dari bambu.
Canting tulis terdiri dari bagian cucuk, gagang, dan nyamplung. Ujung dari canting biasa disebut dengan cucuk. Bagian pegangan canting disebut dengan gagang dan bagian canting tempat wadah lilin malam yang dicairkan disebut dengan nyamplung/nyamplungan.
Dalam membuat batik tulis, terdapat tahapan berupa proses pemberian isian pada motif batik yang sudah tersedia disebut dengan ngiseni. Proses ini memberikan isenan (isian) atau mengisi dengan motif sesuai dengan motif yang sudah digambarkan dengan canting.
Urutan Pembuatan Batik Tulis
Selain tahapan di atas, membuat batik tulis memerlukan proses yang cukup panjang. Tahapan lengkap dari membuat batik tulis setidaknya ada 12 yakni:
Nyungging adalah proses menggambar motif atau pola batik pada sebuah kertas. Untuk membuatnya, dibutuhkan keterampilan khusus seseorang dalam melakukannya. Selain itu, corak yang digambar di setiap daerah berbeda sesuai daerah dan budaya.
Njaplak atau jiplak, merupakan proses memindahkan gambar atau pola di atas kain.
Nglowong adalah proses menempelkan lilin malam yang sudah dilelehkan di kain dengan media canting. Sehingga motif batik akan mulai terlihat.
Ngiseni adalah mengisi dengan motif pada kain sesuai gambar motif yang sudah digambarkan di tahap pertama.
Nyolet adalah proses mewarnai pada bagian-bagian gambar motif seperti pola bunga, awan, dan lainnya.
Mopok adalah prose dalam menutup bagian yang digambar dengan lilin malam yang juga diiringi dengan proses nembok atau menutup dasar kain yang tidak diwarnai.
Ngelir adalah proses pewarnaan dilakukan secara menyeluruh pada kain.
Nglorod adalah tahap pertama dalam meluruhkan warna lilin malam ke dalam air yang mendidih.
Ngrentesi adalah memberikan titik pada garis-garis ornamen utama dengan menggunakan canting berukuran kecil dan halus yang membuat hasil titik yang dibuat terlihat rapi.
Nyumri adalah proses menutup kembali beberapa bagian dengan lilin malam.
Nyoja adalah proses mencelupkan kain dengan warna sogan atau coklat sebagai warna khas dasar batik daerah Yogyakarta atau Surakarta
Nglorod adalah proses terakhir dalam meluruhkan lilin malam dengan air yang mendidih.
Baca Juga: Alat dan Bahan untuk Membuat Batik Tulis secara Umum
Itulah penjelasan dari proses pemberian isian pada motif batik yang sudah tersedia disebut dengan ngiseni. Ternyata, proses membuat batik tulis cukup panjang. Inilah yang membuat harga batik tulis mahal namun memiliki nilai seni yang tinggi.(MZM)
