Proses Perubahan Energi pada PLTA yang Menarik untuk Diketahui

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu sumber energi terbarukan berasal dari PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air. Bagaimana perubahan energi pada PLTA sehingga bisa menghasilkan listrik?
Sesuai dengan namanya, PLTA menggunakan air sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik. Dalam prosesnya, ada banyak perubahan energi yang terjadi.
Bagaimana Perubahan Energi pada PLTA? Berikut Cara Kerjanya
Air memiliki peranan penting dalam kehidupan. Selain memenuhi kebutuhan hidup manusia dan membantu proses pertumbuhan tanaman, air juga bisa dijadikan pembangkit tenaga listrik.
Untuk menghasilkan listrik, tentu saja ada banyak proses yang dilalui. Sebelumnya, air yang bersumber dari alam harus dikumpulkan dalam waduk atau bendungan. Berdasarkan buku Teknik Pembangkit Listrik Tenaga Air, Supari Muslim, (2008), peran waduk atau bendungan adalah untuk memanfaatkan air dengan semaksimal mungkin.
Saat musim kemarau, biasanya debit air sungai menjadi kering sehingga tidak bisa menggerakkan turbin. Sebaliknya, saat musim penghujan, air akan melimpah dan bisa mengakibatkan banjir. Keberadaan waduk adalah sebagai penyeimbang supaya debit air selalu terjaga.
Jika air sudah melimpah, bagaimana perubahan energi pada PLTA sehingga tenaga air bisa menjadi listrik? Pada dasarnya, proses yang terjadi pada PLTA adalah perubahan energi potensial dan energi kinetik dari aliran air menjadi energi mekanik yang menggerakkan turbin. Nantinya energi mekanik dari turbin akan diubah lagi menjadi energi listrik.
Lebih lengkapnya, berikut ini proses kerja pembangkit listrik tenaga air yang dikutip dari Modul Pembelajaran PLTA Berbasis Augmented Reality, Yessy Asri dan Alvin Kurnia Niwes (2016).
Air sungai akan ditampung dalam waduk atau bendungan besar.
Air tersebut dialirkan melalui saringan power intake dan masuk ke dalam pipa pesat (penstock).
Pada ujung pipa terdapat katup utama untuk mengubah energi potensial air menjadi energi kinetik.
Air dengan tekanan dan kecepatan tinggi (energi kinetik) diubah menjadi energi mekanik dengan dialirkan melalui sirip-sirip pengarah hingga mendorong runner yang terpasang pada turbin.
Air yang jatuh pada turbin mendorong baling-baling sehingga membuat turbin berputar.
Selanjutnya, turbin mengubah energi kinetik yang disebabkan gaya jatuh air menjadi energi mekanik.
Generator yang terhubung dengan turbin ikut berputar ketika turbin berputar. Hal itu menyebabkan generator dapat mengubah energi mekanik dari turbin menjadi energi elektrik yang menghasilkan listrik.
Baca Juga: Cara Kerja Listrik dari PLTA Dapat Sampai ke Rumah-Rumah
Demikianlah penjelasan dari pertanyaan bagaimana perubahan energi pada PLTA. Jawaban singkatnya adalah energi potensial dan energi kinetik yang ada dalam air mengalir akan menggerakkan turbin. Energi mekanik turbin nantinya akan menjadi energi elektrik yang menghasilkan listik. (SASH)
