Puasa Muharram Tasua dan Asyura, Apa Bedanya?

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Muharram adalah bulan yang memiliki banyak sejarah terutama bagi umat Islam dan merupakan awal tahun bagi kalender Islam. Sebagai tahun baru bagi umat Islam sudah sepantasnya kita mengisi bulan Muharram dengan hal-hal kebaikan yang memberikan kita pahala. Dalam beberapa hadis dijelaskan bahwa ketika memasuki sepuluh hari pertama bulan Muharram dianjurkan untuk mengerjakan puasa sunnah yaitu puasa sunnah tasua dan puasa sunnah asyura.
Berikut adalah penjelasan puasa Muharram tasua dan asyura juga perbedaan dari kedua puasa sunnah tersebut.
Puasa Muharaam Tasua
Puasa tasua adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 9 Muharram setiap tahunnya. Puasa tasua adalah puasa yang dijalankan untuk mendampingi puasa asyura yang dilaksanakan di hari berikutnya atau pada tanggal 10 Muharram.
Mengapa saat menjalankan puasa asyura harus didampingi dengan puasa tasua? Agar puasa di bulan Muharram ini tidak menyerupai dengan ibadah yang dilakukan oleh orang Yahudi seperti yang dijelaskan dalam sebuah hadis yang artinya:
“Ketika Rasulullah SAW melakukan puasa asyura dan memerintahkan para sahabat untuk mengerjakan puasa asyura, para sahabat berkata Wahai Rasulullah, hari asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani.” Maka Rasulullah SAW bersabda “Jika tahun datang tiba, InsyaAllah, kita juga akan melakukan puasa pada tanggal 9 Muharam.” Belum tiba setahun, ternyata Rasulullah SAW keburu wafat. (HR. Muslim).
Niat Puasa Tasua
Dikutip dari buku Tuntunan Lengkap Rukun Islam & Doa : Kunci Beragama Secara Kafah, Moch. Syarif Hidayatullah (2017: 134) berikut adalah bacaan niat dari puasa tasua :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit Tasu‘a lillahi ta‘ala.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”
Puasa Muharaam Asyura
Puasa asyura adalah puasa yang dilakukan pada tanggal 10 bulan Muharram, termasuk puasa sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Dijelaskan oleh Ibnu Abbas RA dalam riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Ibnu Abbas menceritakan pertemuan Rasulullah SAW dengan orang Yahudi yang menjalankan puasa Asyura saat berada di Madinah. Rasulullah bertanya alasan orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Lantas mereka menjawab demikian.
“Allah telah melepaskan Musa dan umatnya pada hari itu dari (musuhnya) Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Musa berpuasa pada hari itu, dalam rangka bersyukur kepada Allah. Nabi bersabda “Aku lebih berhak terhadap Musa dari mereka”. Maka Nabi pun berpuasa pada hari itu dan menyuruh para sahabatnya agar berpuasa juga."
Niat Puasa Asyura
Berikut adalah bacaan niat dari puasa asyura :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnati asyura lillahi ta‘ala.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”
Demikian adalah pembahasan mengenai puasa di bulan Muharram dimana ada puasa tasua dan puasa asyura. (WWN)
