Konten dari Pengguna

Puisi Cita-citaku Menjadi Arsitek yang Singkat dan Kreatif

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi cita-citaku menjadi arsitek,sumber gambar: https://www.unsplash.com/
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi cita-citaku menjadi arsitek,sumber gambar: https://www.unsplash.com/

Setiap anak memiliki cita-cita yang ingin diraihnya ketika nanti sudah tumbuh dewasa. Salah satu cita-cita impian anak-anak adalah menjadi arsitek. Puisi cita-citaku menjadi arsitek dapat menggambarkan perasaan anak yang begitu menyukai profesi yang berhubungan dengan kreatifitas tersebut.

Mengutip buku Pranata Manajemen Pembangunan di Bidang Arsitektur (2017), arsitek merupakan pekerjaan yang memiliki tanggung jawab sangat penting terhadap perancangan, pembangunan, dan desain suatu bangunan.

Pekerjaan ini memadukan ketrampilan bangunan, kemampuan matematis dan kreatifitas untuk menciptakan bangunan yang kokoh dan bernilai seni. Oleh karena itu, tidak jarang seorang arsitek mampu membuat gedung atau bangunan yang memiliki nilai-nilai filosofi tertentu.

Puisi Cita-citaku Menjadi Arsitek

Ilustrasi puisi cita-citaku menjadi arsitek,sumber gambar: https://www.pexels.com/

Ada beberapa contoh puisi yang dapat dijadikan sebagai acuan dalam membuat puisi cita-citaku menjadi arsitek. Beberapa contoh puisi tersebut yaitu sebagai berikut:

1. Judul: Arsitek Pekerjaan Impianku

Oleh: Erika Oktaviana

Ada banyak pekerjaan

Aku tak tahu pekerjaan apa yang bagus dan keren

Teman-teman ingin jadi orang kaya dan mapan

Sedang aku belum tahu ingin jadi apa

Ibu guru bercerita dengan poster

Di dalamnya termuat banyak profesi jitu

Semua terlihat keren dengan seragamnya

Tapi aku tertari dengan pekerjaan arsitek

Mereka membuat bangunan dengan indah

Meskipun lelah, pekerjaan mereka sungguh membuat bahagia

Jika guru adalah pahlawan, maka arsitek pun juga demikian

Karena mereka membangun tempat untuk berlindung dan berteduh

Untuk orang-orang

2. Judul: Cita-citaku Menjadi Arsitek

Oleh: Dilla Hardina Agustiani

Tidak banyak yang tahu

Ingin jadi apa aku saat dewasa

Dari hilir hingga ke hulu

Aku bingung mau jadi apa

Suatu ketika

Bu guru memberiku buku cerita

Di dalamnya memuat berbagai pekerjaan sempurna

Menjadi arsitek termasuk yang ada di dalamnya

Saat itu, arsitek adalah pekerjaan yang kuminati

Kerjanya membangun rumah ke rumah dengan hati-hati

Gedung pencakar langit pun dibuat dengan kokohnya

Layaknya elang yang menembus langit di atas sana

Arsitek adalah pekerjaan mulia

Membantu sesama untuk memiliki tempat tinggal

Rumah sakit, swalayan, taman hiburan

Semua dibangun oleh arsitek yang penuh kreatifitas

3. Judul: Arsitek

Oleh: Septian

Aku suka menggambar, terutama gambar bangunan

Buku gambarku penuh dengan gambar sekolah, rumah, dan taman hiburan

Pekerjaan apa yang cocok untukku di masa depan?

Mamaku berkata aku cocok jadi arsitek

Sungguh tidak pernah terpikir

Aku akan bekerja demikian

Panas-panasan, rela kehujanan

Untuk membuat bangunan megah dan menakjubkan

Tapi arsitek itu keren

Membangun rumah dengan seni yang indah

Membantu berteduh agar tidak basah

Jadi, sudah kuputuskan untuk jadi arsitek saja

Puisi tentang arsitek di atas dapat dibaca di dalam lomba ataupun untuk sekadar memenuhi tugas dari guru. Dengan membaca puisi tentang cita-cita, maka setiap anak akan memiliki pandangan tentang betapa pentingnya memiliki cita-cita.

(DLA)