Konten dari Pengguna

Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah Karya Sapardi Djoko Damono

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah. Foto: dok. Unsplash/Brooks Leibee
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah. Foto: dok. Unsplash/Brooks Leibee

Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah karya Sapardi Djoko Damono merupakan salah satu karya sastra termasyhur di Indonesia. Dalam puisi ini terdapat pesan khusus yang ingin disampaikan penyair pada pendengarnya.

Puisi sendiri dikenal sebagai salah satu media yang digunakan untuk mengekspresikan perasaan penyair. Itulah mengapa puisi sering menggunakan kata-kata yang indah.

Isi Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah karya Sapardi Djoko Damono

Ilustrasi Puisi Doa Para Pelaut yang Tabah. Foto: dok. Unsplash/Redd Francisco

Mengutip dari dalam buku berjudul Seni Mengenal Puisi, Agnes Pitaloka dan Amelia Sundari (2020: 9) puisi secara umum merupakan suatu karya sastra yang berasal dari ungkapan atau curahan hati penyair.

Puisi juga dapat dikatakan sebagai bentuk ekspresi diri yang menggambarkan keesahan, imajinasi, kritik, pemikiran, pengalaman, kesenangan ataupun nasehat seseorang. Puisi ini umumnya disusun atas bahasa yang indah dan padat makna.

Ada berbagai penyair yang cukup terkenal, salah satunya Sapardi Djoko Damono. Seorang Sapardi Djoko Damono ini menulis berbagai macam puisi populer, salah satunya adalah Puisi Doa Para Pelaut.

Untuk mengetahui isinya, berikut ini adalah puisi Doa Para Pelaut yang Tabah.

Doa Para Pelaut yang Tabah

Karya: Sapardi Djoko Damono

kami telah berjanji kepada Sejarah

untuk pantang menyerah.

bukankah telah kami lalui pulau demi pulau, selaksa pulau,

dengan perahu yang semakin mengeras

oleh air laut.

selalu bajakan otot-otot lengan kami, ya, Tuhan,

yang tetap mengayuh entah sejak kapan;

barangkali akan segera memutih rambut kami ini,

satu demi satu merasa letih, dan tersungkur mati,

tapi berlaksa anak-anak kami akan memegang dayung

serta kemudi

menggantikan kami

kamilah yang telah mengayuh perahu-perahu sriwijaya serta

majapahit

mengayuh perahu-perahu makasar dan bugis,

sebab kami telah bersekutu dengan Sejarah

untuk menundukkan lautan.

laut yang diam adalah sahabat kami,

dan laut yang memberontak dalam prahara dan topan

adalah alasan yang paling baik

untuk menguji kesetiaan dan bakti kami

padaMu.

barangkali beberapa orang putus otot-otot lengannya,

yang lain pecah tulang-tulangnya, tapi anak-anak kami yang setia

segera mengubur mereka di laut, dan melanjutkan

perjalanan yang belum selesai ini.

biarlah kami bersumpah kepada Sejarah, ya, Tuhan,

untuk membuat bekas-bekas yang tak terbatas

di lautan.

Puisi berjudul Doa Para Pelaut yang Tabah karya Sapardi Djoko Damono ini merupakan wujud penghormatan terhadap rasa semangat para pelaut dan ketekunannya dalam mengarungi lautan untuk menghidupi keluarganya. Puisi ini memiliki diksi khusus sehingga pesan dapat sampai dengan tepat bagi pembacanya.

Baca juga: Musikalisasi Puisi adalah Pembacaan Puisi yang Diiringi Musik, Ini Penjelasannya

Itu dia puisi Doa Para Pelaut yang Tabah karya Sapardi Djoko Damono lengkap dengan analisis singkatnya. Isi puisi ini dapat menambah wawasan tentang puisi dari penyair populer di Indonesia. (DAP)