Puisi Pahlawan Tak Dikenal, Isi dan Maknanya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu karya sastra yang disajikan dalam bahasa yang indah adalah puisi. Pada puisi, penulis menyalurkan perasaannya lewat rangkaian kata yang indah dan penuh makna. Salah satu contoh karya sastra itu adalah puisi pahlawan tak dikenal.
Ditulis oleh Toto Sudarto Bachtiar, penyair Indonesia angkatan tahun 1950-an, Puisi Pahlawan Tak Dikenal bercerita tentang gugurnya para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia.
Para pejuang yang tidak diketahui nama dan identitasnya. Bagaimana bait-bait puisi tersebut?
Bait Puisi Pahlawan Tak Dikenal
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SD, SMP, SMA dan SMK, salah satu materi adalah tentang puisi, karya sastra Indonesia. Siswa diajarkan untuk membuat puisi, menparafrasa puisi ke dalam tulisan siswa, dan belajar tentang makna-makna yang terkandung dalam puisi.
Mengutip buku Puisi dan Bulu Kuduk, Acep Zamzam Noor (2021:269), puisi adalah kata-kata yang dirangkai secara indah, berima, yang bersifat imajinatif.
Salah satu puisi yang sering dijadikan contoh pembelajaran adalah Puisi Pahlawan Tak Dikenal karya dari Toto Sudarto Bachtiar. Puisi bertema pahlawan ini menyiratkan perjuangan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia di masa penjajahan. Puisi-puisi dengan semangat membara, keberanian, patriotisme dan nasionalisme.
Berikut ini isi dari puisi tersebut:
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
Wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujanpun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata: aku sangat muda.
1955
Baca Juga: Kumpulan Puisi Hari Pahlawan untuk Meningkatkan Rasa Nasionalisme
Puisi Pahlawan Tak Dikenal ini bermakna perjuangan dari seorang prajurit muda yang tidak diketahui identitasnya, yang berjuang hingga titik darah penghabiskan. Semangat dari pejuang tersebut memberikan makna agar selalu mencintai negara tercinta, Indonesia.(IJS)
